Opini Pos Kupang
PEMULIHAN PASCA BENCANA
SEROJA, Badai Siklon Tropis, menghantam Nusa Tenggara Timur ( NTT). Hujan deras, angin kencang, banjir bandang, dan gelombang tinggi
Oleh : Emanuel Kolfidus, Anggota DPRD NTT
POS-KUPANG.COM - SEROJA, Badai Siklon Tropis, menghantam Nusa Tenggara Timur ( NTT). Hujan deras, angin kencang, banjir bandang, dan gelombang tinggi, sekurangnya, selama 4-5 April 2021, saat indah dimana umat Katolik merayakan Pesta Paskah, meninggalkan kenangan luka.
Bumi tak sanggup menahan beban air, pantai tak mampu menahan kuatnya desakan air laut, dan segala pohon tak mampu menandingi kencangnya angin Seroja dari pusatnya di Laut Sawu NTT.
Banjir bandang, rob dan angin kencang menghantam apa saja yang dilaluinya. Korban berjatuhan, dikebanyakan kabupaten/kota se-NTT. Terparah terjadi di Flores Timur, Lembata, Alor, Malaka, Sumba Timur, Kota Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Utara dan Kabupaten Kupang.
Korban jiwa dan kerusakan infrastrukur sedemikian besar. Banyak orang bersaksi bahwa badai ini merupakan kejadian pertama kali dalam hidup mereka. Memang, sebelum Seroja berpuncak, BMKG telah merilis peringatan dini cuaca.
Baca juga: Simak Total Dana Bantuan Bank NTT Bagi Korban Bencana di Kambera, Sumba Timur - NTT
Baca juga: Jelang MotoGP Portugal 2021, Rossi Sebut Hal yang Mengejutkan Ini, Cek Jadwal MotoGP Portugal 2021
Namun, siapa sangka badai akan sedahsyat ini ? Seumur-umur. 29 tahun merantau di Kota Kupang, inilah angin terkencang yang pernah saya saksikan dan rasakan. Bencana Seroja memanggil semua orang tanpa pandang perbedaan turut berduka, bersimpati dan bergotong royong membantu para korban.
Karena Seroja pula, Bapak Presiden Jokowi landing lagi di Bandara Frans Seda Maumere. Kali ini, rakyat Kabupaten Sikka tidak lagi berdesak-desakkan karena sadar, Bapak Presiden datang untuk Adonara, untuk Lembata dan untuk NTT, bukan hanya untuk Maumere-Sikka.
Respon kilat Presiden dan jajaran terhadap duka NTT patut diapresiasi. Tanggap darurat yang sangat cepat telah menjadi penyanggah duka walaupun bukan menghapusnya seketika.
Kehadiran fisik Bapak Presiden di Tanah Lamaholot, Adonara dan Lembata telah menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam hujan air mata di bumi NTT. Bapak Presiden sedemikian ditunggu di Lembata dan Adonara; mereka sedang sangat berduka tetapi mereka tidak menyembunyikan kerinduan dan rasa terima kasih atas perhatian Bapak Presiden.
Baca juga: Pemkab Kupang Salurkan Bantuan Ke Daerah Bencana Akibat Badai Siklon Seroja
Baca juga: Bukan Amerika Tapi Australia yang Akan Berperang degan China, Pakar Ungkap Fakta Kehancuran 2 Negara
Ia, benar-benar Bapak. Kepada jajarannya, presiden meminta penanganan cepat, dengan utamanya pencarian korban, pemenuhan kebutuhan "pengungsi" dan diikuti pembangunan infrastruktur.
Kementerian Sosial RI sudah langsung memberikan tanggap darurat untuk korban jiwa dan korban luka-luka melalui santunan dana. Demikian, kementerian-kementerian lainnya akan bergerak cepat sesuai tupoksi masing-masing.
Badai Sebagai Alat Konfirmasi
Hantaman badai Seroja memang memilukan, namun dalam setiap situasi, kita akan memetik hikmah atau pembelajaran. Kita, anak NTT adalah orang yang hidup di kepulauan. Secara keilmuan, kondisi cuaca dan iklim pada ruang kepulauan akan berbeda dengan wilayah non kepulauan. Kita juga berada di zona yang disebut cincin api (ring of fire), dalam barisan gunung berapi.
Wilayah cincin api adalah wilayah dengan potensi gempa bumi dan letusan gunung berapi (tentu, ada potensi tsunami, seperti di Maumere, 1992). NTT juga wilayah dengan potensi bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh kondisi cuaca dan iklim. Dengan posisi sebagai negara tropis memiliki dua musim (hujan dan panas), Indonesia rentan dengan berbagai bencana (Kompas.com, 21/3).
Peneliti dari LP3 Institut Sumatera Utara, Acep Purgon mengatakan Indonesia rentan berbagai bencana, antara lain, badai siklon tropis, hujan lebat, gelombang panas, banjir, tanah longsor, gelombang tinggi dan kekeringan. Dan, NTT sering mengalaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketika-jokowi-menjenguk-korban-bencana.jpg)