Breaking News:

Berita belu Bersinar

Dana BTT Provinsi Untuk Tanggap Darurat Bencana di Belu Sekitar Rp 3 Miliar

Dana bantuan tak terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi NTT untuk tanggap darurat bencana di Kabupaten Belu berkisar Rp 2-3 M.

Dana BTT Provinsi Untuk Tanggap Darurat Bencana di Belu Sekitar Rp 3 Miliar
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
IRIGASI RUSAK---Saluran irigasi primer Maubusa, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu yang merupakan aset Pemprov NTT rusak akibat bencana, Senin (6/4/2021).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Dana bantuan tak terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi NTT untuk tanggap darurat bencana di Kabupaten Belu berkisar Rp 2-3 Miliar. 

Dana ini diperuntukan bagi penanganan darurat bencana alam seperti kerusakan fasilitas umum yang merupakan aset pemerintah provinsi.

Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Senin (12/4/2021). Menurut Zaka Moruk, besaran dana BTT ini tergantung dari kategori bencana dan besaran kerugian yang ditimbulkan.

Kabupaten Belu masih dalam zona amam dan tidak ada korban jiwa serta kerusakan fasilitas umum tidak sebesar kerusakan di kabupaten lain di NTT.

"Kabupaten Belu masih zona aman. Jadi anggaran lebih besar diberikan ke daerah lain yang labih berat seperti Flotim, Alor, Malak dan Sabu Raijua", kata Zaka Moruk.

Kaban Keuangan Provinsi NTT ini mengatakan, sesuai aturan, dana tanggap darurat bencana bersumber dari BTT. Penggunaan dana BTT ini memiliki batas waktu tertentu yakni selama 15 hari atau sampai dengan 19 April 2021.

Untuk aset provinsi yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu akan ditangani menggunakan dana BTT senilai kurang lebih Rp 2-3 M. Sedangkan tanggap darurat bencana yang menjadi kewenangan kabupaten akan menggunakan dana BTT di Kabupaten.   

Untuk Kabupaten Belu, lanjut Zaka Moruk, persedian dana BTT masih cukup menangani kondisi darurat saat ini seperti pembangunan rumah warga korban banjir dan logistik. 

Kadis PUPR Kabupaten Belu yang dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Sabtu (10/4/2021) mengatakan, aset pemerintah provinsi yang mengalami kerusakan selama bencana antara lain, jembatan Fatubenao, jembatan Maukumu, bendungan Maubusa dan saluran irigasi. 

Dinas PUPR sudah melaporkan data kerusakan tersebut kepada Penjabat  Bupati Belu untuk diteruskan ke pemerintah provinsi. Pemkab Belu berharap, kerusakan fasilitas umum tersebut bisa segera ditangani.

Terpisah, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu saat ditemui Pos Kupang.Com mengungkapkan, bendungan Maubusa dan saluran primernya mesti menjadi prioritas yang harus diperbaiki. Pasalnya, bendungan tersebut mengairi areal persawahan di Raihat sekitar 650 hektare. Meski kerusakan saat ini belum terlalu banyak berdampak namun pada musim tanam kedua (MT2) akan berdampak lebih besar. (jen). 

IRIGASI RUSAK---Saluran irigasi primer Maubusa, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu yang merupakan aset Pemprov NTT rusak akibat bencana, Senin (6/4/2021).
IRIGASI RUSAK---Saluran irigasi primer Maubusa, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu yang merupakan aset Pemprov NTT rusak akibat bencana, Senin (6/4/2021). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved