Breaking News:

Banjir Bandang Adonara

Korban Bencana di Adonara Kedinginan, Butuh Kasur dan Selimut

Sudah seminggu lamanya, korban  bencana banjir bandang Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ( NTT)

Editor: Kanis Jehola
Foto Syafika Lamawuran untuk Pos-Kupang.Com
Kondisi korban banjir bandang Adonara di posko pengungsian 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Sudah seminggu lamanya, korban  bencana banjir bandang Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang tinggal di posko-posko pengungisian kekurangan kasur dan selimut. Kondisi ini membuat pengungsi harus tidur di lantai dengan hanya beralaskan terpal.

Ketua posko pengungsi di Desa Lamahala Jaya, Muhammad Saleh mengaku untuk logistik bahan makanan dan minuman bagi poskonya bisa dipenuhi dengan menampung 76 orang jiwa. Sayangnya, kendala dihadapi sekarang itu adanya kekurangan kasur dan selimut untuk para korban bencana banjir bandang ini.

"Untuk logistik makan minum aman kita disini. Kendala sekarang itu hanya kasur dan selimut. Ini yang menjadi kekurang yang ada di posko kita," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/4/2021).

Saleh mengakui selama ini memang telah mendapatkan bantuan kasur dan selimut tetapi tidak mencukupi.

Baca juga: Pasca Badai, 70 Unit Rumah Warga di Desa Turamuri-Ngada Alami Kerusakan

Baca juga: Badai Siklon Tropis Seroja Luluhlantakkan Sabu Raijua, Ribuan Unit Bangunan Rusak

"Kita juga dapat bantuan dari kemensos kasur 22 buah. Tetapi tidak mencukupi. Bantuan itu kita dahulukan untuk ibu-ibu dan anak bayi. Itu Pun juga masih kurang," tandas dia.

Ia berharap pemerintah atau para pihak lainnya bisa memberikan bantuan kasur dan selimut bagi korban bencana banjir bandang Adonara ini.

"Alas tidur masih kurang. Jadi kita harapkan bantuan kasur dan selimut. Kalau untuk makanan dan minuman serta keperluan bayi dan balita untuk sementara aman," katanya.

Hal senang juga disampaikan Siti Aminah, pengurus posko pengungsi di MAN I Kabupaten Flores Timur. Ia menuturkan ada 218 korban bencana banjir bandang yang mengungsi di sekolah MAN I Kabupaten Flores Timur.

Baca juga: BPOLBF Dukung Aksilirasi Labuan Bajo 2021

Baca juga: Satgas Bencana Kementerian BUMN Serahkan Bantuan Rp 5 M Bagi Korban Bencana Seroja NTT

"Kalau untuk logistik makanan dan minuman aman. Karena setiap hari ada saja bantuan dari pihak luar. Tetapi saat ini, kasur dan selimut yang kurang. Banyak bantuan yang kita terima itu logistik makanan. Tetapi untuk kasur dan selimut yang kurang," ungkapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi posko pengungsian di SD Inpres Waiwerang. Ketua Posko pengungsian SD Inpres Waiwerang Hendrikus Hengki Boy menuturkan perlengkapan tidur seperti kasur bantuan Kementerian Sosial diprioritaskan kepada ibu-ibu dan anak-anak. Mereka yang tidak mendapatkan kasur dan selimut harus tidur kedinginan di malam hari dengan alas terpal di ruangan kelas.

Selain itu, kata dia, para pengungsi sangat membutuhkan bantuan obat-obatan.

"Kita juga butuh obat-obatan untuk diberikan kepada pengungsi. Jadi untuk posko kita ini hanya kasur dan selimut sekaligus dengan obat-obatan yang kita butuhkan saat ini," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Berita Adonara NTT

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved