Selasa, 19 Mei 2026

Filipina Ancam Minta Bantuan Amerika Hadapi China di Laut China Selatan , Gegera Milisi China

Gelombang besar kapal-kapal nelayang yang diduga bagian dari milisi yang dkerahkan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) telah membuat pemerintah Fili

Tayang:
Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Kapal perang Angkatan Laut Filipina 

Kedutaan Besar China mengatakan "sangat normal" bagi kapal penangkap ikan China untuk menangkap ikan dan berlindung di Whitsun, yang disebut Niu'e Jiao. "Tidak ada yang berhak membuat pernyataan ceroboh tentang kegiatan seperti itu," katanya.

Di tengah kebuntuan, Andolong mengatakan Filipina akan melindungi dan membela kepentingan nasionalnya sambil menegakkan keamanan dan stabilitas di kawasan melalui pendekatan damai dan berbasis aturan.

Filipina telah mengajukan protes diplomatik, mengatakan terumbu karang, yang terletak sekitar 175 mil laut (324 kilometer) barat provinsi Palawan Filipina, berada dalam zona lepas pantai yang diakui secara internasional di mana ia memiliki hak eksklusif untuk mengeksploitasi perikanan, minyak, gas, dan sumber daya lainnya.

"Untuk setiap hari penundaan, Republik Filipina akan mengajukan protes diplomatik," kata Departemen Luar Negeri di Manila.

Sebelumnya, melansir Reuters, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa (6/4) berkomitmen untuk secara damai menyelesaikan perselisihan diplomatik dengan China atas Laut China Selatan yang disengketakan.

"Kami akan terus menyelesaikan masalah di Julian Felipe Reef melalui saluran diplomatik dan melalui cara-cara damai," kata Duterte dalam pernyataan yang dibacakan oleh juru bicaranya Harry Roque, seperti dikutip Reuters.* 

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.Co.id dengan judul: Berseteru dengan Beijing, Filipina ancam akan minta bantuan AS untuk hadapi China 

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved