Bencana Alam NTT
Cerita Pilu Seorang Nenek di Kupang Hidup Sebatang Kara, Rumah Hancur Diterpa Badai
Cerita Pilu Seorang Nenek di Kupang Hidup Sebatang Kara, Rumah hancur Diterpa Badai
Cerita Pilu Seorang Nenek di Kupang Hidup Sebatang Kara, Rumah hancur Diterpa Badai
POS-KUPANG.COM |KUPANG- Badai siklon tropis yang menerjang Nusa Tenggara Timur ( NTT) pada Minggu (4/4/2021) lalu menyisahkan duka mendalam bagi seluruh warga.
Semua rumah dan bangunan lulu lantak disapu banjir. Tanah longsor menutup ratusan jiwa. NTT sedang berduka.
Duka juga dialami nenek Yana Dethan, janda lanjut usia (lansia) yang tinggal di bantaran kali Liliba, tepatnya di RT 07, RW 03, kelurahan Liliba, kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT.
Baca juga: Peduli Korban Banjir di Kota Kefamenanu, Kejari TTU Beri Bantuan Paket Sembako
Baca juga: WALHI NTT : Satu Minggu Pasca Bencana Pemerintah Masih Gagap
Wanita tua yang bekerja serabutan ini hanya bisa meratapi nasibnya karena rumah tempat ia berlindung hancur disapu badai siklon tropis seroja.
Malam itu, sekira pukul 02.30 Wita, suasana begitu mencekam. Angin kencang disertai hujan deras membuat nenek Yana ketakutan.
Dia kemudian mengajak cucunya untuk berlindung ke salah satu tetangganya, lantaran takut pohon yang ada di samping rumah tumbang dan menimpa mereka.
Baru beberapa menit tiba di rumah tetangga, pohon besar itu tumbang dan menghancurkan rumah miliknya.
Baca juga: NTT Telah Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Sejak Desember 2020
Baca juga: TNI Siapkan Jembatan Penghubung Darurat Perlancar Evakuasi Korban di Daerah Terdampak Bencana
"Pohon kapuk di samping rumah roboh dan rumah saya hancur," ujar nenek Yana berurai air mata kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).
Rumah sederhana yang dibangun bersama mendiang suaminya, kini hanya tersisa puing-puing.
Nenek Yana hanya bisa pasrah dan meratapi nasibnya. Jangankan membangun kembali rumah yang hancur, untuk makan sehari-hari saja sulit.
Dia hanya berharap bantuan dari pemerintah dan uluran tangan para dermawan untuk meringankan deritanya.
"Kalau pemerintah mau bantu ya saya berterima kasih. Tapi tidak pun saya mau bilang apa," ungkapnya.
Saat ini, warga sekitar bergotong royong membantu nenek Yana membersihkan puing-puing rumah dan mengumpulkan beberapa perabot yang masih bisa dipakai nenek Yana untuk bertahan hidup.
Ketua RT 07, Jackson Mone mengatakan, kejadian yang menimpa Yana Dethan dan sejumlah warganya yang lain telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang.
"Sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Camat dan Lurah sudah lihat kondisi di sini juga," katanya.
Dia menjelaskan, di RT 07 rumah yang rusak berat sebanyak 5 unit. Ke-5 rumah tersebut rata-rata rusak parah akibat longsor dan atap jebol. Yang terparah milik nenek Yana Dethan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)