Breaking News:

BI Kunjung Bank NTT, Pantau Operasional Perbankan Pasca Siklon Seroja

Sebanyak 23 bank di Kota Kupang telah beroperasi secara normal pasca diterjang badai Siklon Tropis Seroja

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja melakukan kunjungan ke Bank NTT untuk berdiskusi mengenai kondisi layanan perbankan di NTT pasca siklon tropis seroja, Kamis (8/4) siang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 23 bank di Kota Kupang telah beroperasi secara normal pasca diterjang badai Siklon Tropis Seroja pada Senin (5/4/2021) dini hari.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kunjungannya ke Bank NTT pada Kamis (8/4) siang.

Nyoman mengungkapkan, beberapa mesin ATM telah bisa digunakan karena menggunakan listrik dan generator set. Tapi sebagiannya belum berfungsi karena kendala listrik tersebut. Nyoman pun meminta Direktur Utama Bank NTT, Hary Alex Riw Kaho untuk menjelaskan perihal kondisi perbankan khususnya operasional Bank NTT pasca badai tersebut.

Hary menjelaskan, operasional bank telah berjalan normal sejak Selasa (6/4). Menurut pemantauan, beberapa unit memang belum bisa beroperasi normal, contohnya Unit Sabu yang baru saja diterjang badai pada Rabu kemarin. Namun, kantor cabang lain, seperti Kantor Cabang Pembantu Naikliu yang tetap beroperasi meski terbatas listrik dan bahan bakar.

Baca juga: Bank Indonesia Bantu Korban Siklon Seroja di Kota Kupang 

Baca juga: Bank Indonesia NTT-Pos Kupang Ngobrol Asyik: Nyoman Pacu Omzet UMKM

Di Kota Kupang sendiri, Hary memastikan 15 mesin ATM telah beroperasi. Kelima belas mesin tersebut yakni Gerai ATM Kantor Pusat, ATM Disabilitas Kantor Pusat, Gerai ATM Hotel On The Rock, Gerai ATM KCU Oebobo ATM SPBU Oeba, Gerai ATM Flobamora Mall, Gerai ATM Bandara El Tari, ATM Kas BTN, ATM RS Kartini, ATM KCP Walikota, dan Gerai ATM Kuanino.

Hary pun menyoroti antrean penggunaan layanan mesin ATM pasca bencana. Menurutnya, momen ini jadi waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan transaksi non tunai seperti mobile banking, juga sebagai salah satu transaksi sehat di tengah pandemi Covid-19.

"Saya kira Bank NTT sudah siap layani masyarakat secara optimal, walaupun kondisi kita masih belum normal penuh karena masih tanggap darurat. Tapi ini kabar gembira untuk masyarakat. Silakan kunjungi kantor Bank NTT dan ATM untuk dapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari," sambung Nyoman.

Baca juga: Dukung Pemulihan Ekonomi UMKM, Bank Indonesia NTT Gelar Exotic Tenun Fest 2021

Baca juga: KPK Koordinasi dengan KPP Pratama Ende Dorong Tax Clearance dan NPWP Cabang

Di tengah situasi bencana ini, pihak perbankan pun turut mengambil bagian dengan memberikan bantuan kemanusiaan. BI NTT melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) memberikan 750 paket bantuan dengan rincian 200 paket di Oebobo, 150 paket di Oetete, 140 paket di Fatubesi, 130 paket di Kayu Putih, dan 130 paket di Oesapa Barat.

"BI akan beri bantuan kepada masyarakat di daerah bencana. Kami sedang koordinasi dengan BPBD, karena kami butuh data dan besaran dampak dari bencana," kata Nyoman.

Sementara itu, Bank NTT pun turut menggelar aksi donasi kemanusiaan atas bencana alam yang terjadi di NTT ini. Masyarakat dapat berdonasi melalui kanal yang telah disiapkan oleh Bank NTT. Donasi dapat diberikan melalui Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI. Per hari ini, jumlah donasi yang telah terkumpul sebesar Rp57.668.000 (Lima Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Rupiah).

Selain menggalang donasi, Bank NTT juga memberi bantuan berupa 15 ton beras di Kabupaten Kupang, dan 5 ton masing-masing di Ile Ape dan Adonara; air minum; dan tandon air untuk menampung air untuk masyarakat.

Direktur Pemasaran Kredit Stefen Messakh juga menyambung, Bank NTT telah menyampaikan surat ke kantor-kantor cabang untuk menginvetarisasi debitur terdampak bencana. "Kami baru sampaikan suratnya hari ini, jadi belum bisa sampaikan angka debitur terdampak. Kami masih himpun data dulu," sambung Stefen.

"Ini akan jadi keputusan di high level juga, tak hanya Bank NTT. Karena kami bersama OJK juga sedang membahas bagaimana dorong penyelamatan kredit kepada masyarakat. Dalam rangka bencana harusnya ada hal khusus yang bisa didesain dari sisi kebijakan, baik dari BI maupun OJK," tutup Nyoman.

Adapun kunjungan BI NTT untuk memantau operasional perbankan telah dilakukan sejak Selasa (6/4) di beberapa bank lain, seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan Artha Graha. Kunjungan ke Bank NTT diterima juga oleh Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu dan Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita Bank Indonesia

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved