Breaking News:

Bencana Alam NTT

Kapolda NTT Perintah Tindak Tegas Spekulan Harga Bahan Bangunan Pasca Bencana di Kota Kupang

Kapolda NTT Perintah Tindak Tegas Spekulan Harga Bahan Bangunan Pasca Bencana di Kota Kapo memerintahkan personelnya untuk menangkap dan menindak tega

POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif 

Kapolda NTT Perintah Tindak Tegas Spekulan Harga Bahan Bangunan Pasca Bencana di Kota Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif memerintahkan personelnya untuk menangkap dan menindak tegas para spekulan yang memainkan harga bahan bangunan pasca bencana angin kencang yang menghantam Kota Kupang Minggu 4 April 

"Saya sudah perintahkan personel untuk menyisir semua toko bangunan di Kota Kupang. Jika ada toko yang menjual bahan bangunan dengan harga tidak wajar saya perintahkan ditangkap," katanya kepada wartawan, Selasa (6/4/2021) malam.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan adanya laporan dari warga yang menyatakan bahwa harga seng untuk atap rumah yang semula hanya Rp 50 ribu perlembar kini sudah naik menjadi Rp 70 ribu sampai Rp 75 ribu per lembar.

Menurut jenderal polisi berbintang dua itu hal ini tentunya saja tidak wajar. 

Baca juga: Trauma Korban Banjir Ile Ape, Orang yang Setiap Hari Ada Bersama Kita Hilang Sekejap

Penjualnya ujar dia, sengaja menaikan harga tersebut dengan memanfaatkan kesempatan di tengah bencana.

Kapolda juga sudah memerintah kepada Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun, Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Eko Widodo dan Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti untuk memantau kenaikan harga bahan bangunan yang meresahkan warga di Kota Kupang.

Baca juga: Permintaan Korban Banjir Ile Ape Depan Mensos Risma; Dari Excavator Sampai BBM Mahal 

Kapolda juga mengimbau kepada para pemilik toko bangunan jika memang bahan bangunannya habis, toko dibuka seperti biasa dan jangan menutupnya karena dikhawatirkan akan menimbulkan penjarahan.

Tambah orang nomor satu di Polda NTT itu juga mengimbau kepada PLN wilayah NTT untuk segera mempercepat pemulihan jaringan listrik di lokasi-lokasi vital di Kota Kupang sehingga aktivitas orang bisa kembali normal.

Baca juga: Kota Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana 14 Hari Ke Depan

"Sekarang kan kulkas mati, air tidak nyala inikan orang repot. Tidak perlu nyala di seluruh Kota Kupang tetapi cukup di beberapa lokasi saja terutama pada obyek vital," ujar Kapolda NTT. *)

Baca juga: Isu Tsunami, Ratusan Warga Pasir Panjang Kota Kupang Mengungsi ke Bukit, Kaki Terluka Tertusuk Duri

Penulis: Ray Rebon
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved