Breaking News:

Becana Alam NTT

Di NTT, Warga Waimatan-Lembata Menangis Histeris, Jasad Korban Mulai Ditemukan

Ratusan warga desa Waimatan yang berada di posko pengungsian Aula Kantor desa Napasabok, Kecamatan Ile Ape menangis histeris ketika se

foto/ricko wawo
Aparat Polres Lembata, TNI, BPBD Kabupaten Lembata dan para relawan sedang mencari korban yang tertimbun reruntuhan di desa Waimatan, Ile Ape Timur, Senin (5/4/2021) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Ratusan warga desa Waimatan yang berada di posko pengungsian Aula Kantor desa Napasabok, Kecamatan Ile Ape menangis histeris ketika sebuah mobil ambulans melintas di depan mereka, dari arah desa Waimatan.

Mereka tahu jika sirene mobil ambulans sudah dibunyikan maka itu tandanya ada satu korban meninggal lagi yang sudah ditemukan. Siang itu, Selasa, 6 April 2021, jenasah Markus Diler ditemukan oleh tim evakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Lewoleba.

Ketika mobil ambulans melintas, ratusan warga langsung meratap histeris seolah tak ingin kehilangan keluarga yang mereka kasihi. Sopir mobil ambulans masih sempat berhenti di depan posko pengungsian sekadar memberi waktu kepada warga untuk memberikan salam perpisahan terakhir dengan air mata dukacita. Tidak ada yang menyangka korban berjatuhan begitu banyak. Bunyi sirene mobil ambulans pun bersahut-sahutan dengan ratapan warga. 

Susi Susanti, mengatakan Markus Diler yang sudah ditemukan meninggal dunia itu adalah warga dusun 2, desa Waimatan. 

"Adiknya Markus belum ketemu," kata Susi Susanti dengan wajah sedih.
Diperkirakan masih ada 21 warga desa Waimatan yang terkubur longsor dan bebatuan besar dari Gunung Ile Lewotolok. Sementara hingga Selasa siang kemarin baru empat jasad yang ditemukan di bawah reruntuhan rumah dan batu-batu besar. 

Dari kesaksian Kepala Desa Waimatan, Mus Betekeneng, sekitar 19 rumah terkubur longsor. Saat musibah itu terjadi, dia yakin, banyak dari warga yang masih terjaga atau belum tidur pulas. Longsor bahkan mengubur semua keluarga di dalam rumah.

Baca juga: Di Kota Kupang, Korban Badai Seroja Minta Pemerintah Suplai Makanan Bergizi Balita & Ibu Menyusui

Marieta Kewa, warga desa Waimatan menerangkan kerabatnya sepasang suami istri Yuliana Ebong dan Benediktus Bean dengan satu anak perempuan mereka yang bernama, Ana Maria Ema juga diyakini ikut terkubur longsor.

"Kami di dusun 3 bagian bukit jadi aman. Sempat panik juga, tidak bisa tidur satu malam. Pagi baru kami dengar kalau mereka terkubur," tandasnya berlinang air mata, Selasa (6/4/2021) siang.

Warga desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur yang selamat dari bencana banjir dan longsor dievakuasi ke desa Napasabok, Kecamatan Ile Ape. Sementara akses jalan ke Waimatan sudah mulai dilalui kendaraan. Proses pencarian warga yang terkubur masih terus dilakukan aparat Polres Lembata, personil TNI, Anggota BPBD Kabupaten Lembata dan para relawan Tim Siaga Bencana dengan alat seadanya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved