Breaking News:

Bencana Alam NTT

Kisah Korban Banjir di Bena TTS, Gendong Anak Sambil Berjalan Di Dalam Air Setinggi Dada

Kisah Korban Banjir Bena TTS, gendong anak sambil berjalan di dalam air setinggi dada

POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Korban banjir Desa Bena sedang berlindung di kantor desa Bena, TTS 

Kisah Korban Banjir Bena TTS, gendong anak sambil berjalan di dalam air setinggi dada

POS-KUPANG.COM | SOE - Ercy Ton, warga dusun Toinunu, Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS bersyukur bisa selamat dari banjir bandang yang menimpah wilayahnya pada Sabtu dan Minggu kemarin. Dirinya berhasil selamat dari banjir bandang usai dievakuasi warga setempat.

Kepada Pos-Kupang. Com Ercy bercerita, Pada Sabtu malam wilayah Dusun Tuenunu sudah mulai digenangi air banjir bandang setinggi paha orang dewasa. Pada Minggu siang, air naik begitu cepat hingga ketinggiannya mencapai dada orang dewasa.

Baca juga: Kerusakkan Pasca Banjir di Adonara Masih Menumpuk dan Belum Digusur, Ini Kendalanya

Baca juga: Menteri Sosial RI Tiba di Waiwerang Posko Pengungsian Dibangun dan Siap Drop Bantuan  Darurat

Selain genangan air yang tinggi, ia diperhadapkan dengan aliran air banjir yang begitu deras sehingga menyulitkannya untuk mencapai lokasi yang aman. 

Ercy dan keluarga tak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri di dalam rumah sambil menunggu bantuan untuk dievakuasi.

Beruntung, bantuan itu datang tepat waktunya. Beberapa warga datang untuk mengevakuasi Ercy dan keluarga. Sambil berpegangan tangan, warga membantu mengevakuasi Ercy dan keluarga ke lokasi yang aman.

" Kakak, ini aliran air deras baru air sudah sampai dada. Saya punya anak yang empat tahun sudah menangis ketakutan. Saya dalam hati berdoa terus minta Tuhan tolong. Kami dievakusi dengan cara berjalan dalam air sambil berpegangan tangan satu sama lain. Saya punya tangan satu gendong anak saya, satu tangan lagi pegang tangan orang yang bantu evakuasi saya. Puji Tuhan kami bisa keluar dari banjir dalam keadaan selamat," kisahnya.

Baca juga: Pipa PDAM SoE Putus di 21 Titik, Pelayanan Air Terganggu Total

Baca juga: Jembatan Builalu di Belu Nyaris Putus Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Lewat

Usai keluarga dari lokasi banjir, Ercy dan keluarga mengungsi ke Posko pengungsian di kantor desa Bena. Di sana, Ercy bergabung dengan ratusan korban banjir bwn lainnya.

" Kami selamat ini hanya dengan pakaian di badan. Barang-barang yang lain semua masih ada di rumah. Kami hanya pikir selamatkan diri dulu," ujarnya.

Silpa Selan, korban banjir Bena lainnya mengaku, dirinya dan keluarga berhasil selamat dari banjir tak lepas dari bantuan pohon asam.

Pasalnya usai keluarga dari rumah karena air sudah memenuhi seisi rumahnya, ia dan keluarga berpegang pada pohon asam agar tidak hanyut terbawa banjir sambil terus berteriak meminta tolong. Tak lama berselang, warga datang membantu mengevakuasi ia dan keluarga dari lokasi banjir.

" Kalau tidak ada pohon asam pasti kami sudah terbawa banjir. Untung kami pegang di pohon asam itu," sebutnya. 

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 596 jiwa warga Dusun Tuenunu, Desa Bena terpaksa harus mengungsi ke Kantor Desa Bena akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Puluhan rumah warga rusak akibat dihantam derasnya gelombang banjir. 

" Ada 596 jiwa yang mengungsi ke Posko pengungsian di kantor Desa Bena dan masih 100 lebih jiwa yang sementara kita upayakan untuk dievakuasi ke Posko ini. Selain orang tua, ada juga anak dan balita yang terpaksa diungsikan karena rumahnya terendam banjir'" ungkap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun kepada POS-KUPANG.COM, Senin (5/4/2021) didampingi Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu dan Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Markus Tameno di Posko Pengungsian.(Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Berita Bencana Alam di NTT

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved