Kamis, 11 Juni 2026

Blackout Pasca Badai Siklon Seroja, Kota Kupang Gelap Total 

BPBD NTT menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Suasana gelap gulita Kota Kupang di Bundaran PU, usai diterjang badai siklon Seroja Senin 5 April 2021 malam 

Fasilitas perbelanjaan dan Hotel pun demikian. Banyak yang mengalami kerusakan. 

Selain  itu, Pom Bensin yang berada di wilayah Kelurahan Kelapa Lima Kota dan Oeba  juga mengalami kerusakan parah. 

Dalam keterangan pers Minggu malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah menerbitkan peringatan atas potensi cuaca ekstrem itu.

Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 99S berada di perairan Kepulauan Rite NTT, sekitar 24 km barat daya Kupang. 

Baca juga: Hujan di Kota Kupang Tak Kunjung Reda, Pelaksanaan Misa Malam Paskah Tak Surut

Bibit siklon tropis itu tercatat mengarah ke arah timur hingga timur laut menjauhi wilayah Indonesia. Namun demikian, pergerakan masih lamban dan masih cukup dekat dengan daratan NTT saat menjadi siklon.

Siklon itu, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dinamakan siklon Seroja sesuai dengan urutan nama dari BMKG secara internasional.

BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa. NTT, sebut BMKG berstatus siaga sejak Minggu 4 April 2021 sore.

Sebelumnya pihak BPBD NTT menghimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah untuk sementara waktu untuk menghindari korban akibat badai. Ia menyebut, potensi badai siklon tropis ini masih terjadi tiga hari hingga sepekan ke depan.

"Himbauan kita agar masyarakat jangan keluar rumah dulu karena intensitas hujan masih tinggi dan bisa berdampak pada pohon tumbang. Masyarakat menjaga diri dulu, jangan keluar karena tiga hari sampai satu Minggu kedepan ini kita masih siaga betul," imbau Thomas Bangke, Kepala BPBD NTT pada Minggu. 

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kota Kupang, Pelaksanaan Misa Malam Paskah Berjalan Hikmat, Begini Suasanannya

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah kabupaten/kota untuk sigap melaksanakan penanganan dan penanggulangan bencana di wilayahnya masing masing. 

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Ardu Jelamu Marius mengatakan, Kepala daerah agar melakukan tindakan cepat dalam rangka upaya penyelamatan korban dan penanganan bencana. 

Suasana gelap gulita Kota Kupang pada Senin 5 April 2021 malam usai diterjang badai siklon Seroja di Jalan Soeharto, depan Hotel Silvya
Suasana gelap gulita Kota Kupang pada Senin 5 April 2021 malam usai diterjang badai siklon Seroja di Jalan Soeharto, depan Hotel Silvya (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

"Kita harapkan semua pihak baik Basarnas, TNI-Polri maupun BPBD dikoordinasikan oleh walikota atau bupati untuk segera melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa dan menyiapkan logistik. Selain itu juga membuka dapur umum, menggerakkan semua kekuatan mulai Kabupaten hingga RT untuk bahu membahu menangani dampak bencana yang sedang terjadi," ujar Ardu Jelamu, Minggu 4 April 2021 malam. 

Karena itu, pemerintah menghimbau BPBD Kabupaten/Kota bersama sama dengan stakeholder lainnya dan masyarakat bahu membahu untuk membantu warga yang terdampak bencana baik longsor, banjir maupun bencana lain. 

Baca juga: Pohon Tumbang Di Jalan Nangka Kota Kupang, Lurah Oeba : Tidak Ada Korban Jiwa

Selain itu, pemerintah provinsi juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang diprediksi masih berlangsung beberapa hari kedepan. 

Ardu Jelamu menyebut, saat ini cuaca masih sangat ekstrim. Oleh karena itu, bagi warga yang berdomisili di wilayah yang berpotensi bencana agar dapat mencari perlindungan dan mengungsi sementara waktu hingga kondisi benar benar pulih.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved