Bencana Alam NTT
NTT Diterpa Musibah Bertubi: Banjir, Pohon Tumbang, Kapal Tenggelam, Lahar Dingin & Listrik Padam
Banjir, pohon tumbang, kapal tenggelam, lahar dingin, listrik padam yang menyebabkan Kota Kupang menjadi gelap gulita.
Penulis: John Taena | Editor: John Taena
BPBD Kabupaten Lembata mencatat wilayah yang terdampak banjir adalah Desa Waowala, Desa Tanjung Batu, dan Desa Amakaka yang berada di Kecamatan Ile Ape.
Selain itu banjir bandang juga berdampak pada Desa Jontona, Desa Lamawolo, dan Desa Waimatan yang berada di Kecamatan Ile Ape Timur.
Berdasarkan keterangan Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, hingga Minggu pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 11 orang.
Selain itu, dilaporkan 16 orang warga masih dinyatakan hilang.
BPBD Kabupaten Lembata masih melakukan pendataan terkait kerugian materil yang disebabkan oleh banjir bandang tersebut.
Sementara itu, jalan akses menuju Kecamatan Ile Ape Timur masih terputus sehingga belum bisa dilakukan pendataan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lembata terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kegiatan penanganan pascabanjir bandang.
Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 3 - 9 April 2021.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 4 - 6 April 2021.
TNI dan warga menggotong seorang warga yang jadi korban banjir di wilayah Ile Ape, Kabupaten Lembata, Minggu 4 April 2021.
TNI dan warga menggotong seorang warga yang jadi korban banjir di wilayah Ile Ape, Kabupaten Lembata, Minggu 4 April 2021.
Baca juga: Tangis Warga Adonara Pecah Ratapi Puluhan Jenazah, Bupati Flores Timur Datangi Korban Banjir Bandang
3. Kabupaten Ende 24 Orang Penumpang Kapal Motor Tenggelam

Sebuah perahu motor bertolak dari dermaga di Pulau Ende menuju Numba, Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende, NTT sekitar pukul 08.00 Wita, Sabtu (3/4/2021).
Perahu motor kayu tersebut mengangkut 24 orang penumpang, semuanya punya hubungan kekeluargaan. Mereka ke Numba untuk menghadiri sebuah acara keluarga.
Sayangnya, baru sekitar lima belas menit meninggalkan dermaga, perahu tersebut diterjang gelombang deras. Sekitar pukul 08.30 Wita, kapal tersebut porak - poranda dan tenggelam.