Breaking News:

Bencana Alam di NTT

Cuaca Ekstrem, PLN Siaga, Minta Masyarakat Waspada

Cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang telah mengguyur wilayah NTT, termasuk Kota Kupang

istimewa
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr Yulianto, SH MH di Maulafa, Jumat (26/3/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang telah mengguyur wilayah NTT, termasuk Kota Kupang sejak Sabtu (3/4/2021). Akibatnya, banyak daerah terkena banjir, longsor, pohon tumbang, dan masalah kelistrikan.

Berkaitan dengan listrik, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko meminta masyarakat waspada saat banjir. Saat banjir, PLN akan memadamkan listrik jika rumah warga atau gardu distribusi dan gardu induk terendam banjir. Tak hanya banjir, angin kencang juga bisa menyebabkan pohon tumbang dan kabel putus bisa terjadi.

"Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat ketika banjir yaitu menghindari bahaya tersengat aliran listrik dengan mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter," kata Jatmiko dalam rilisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu (4/4/2021) sore.

Baca juga: Angin Kecang Rusakan Tiga Rumah Warga dan Satu Bangunan Publik di Cibal Manggarai

Baca juga: Banjir di Bena, 100 Lebih KK Terjebak Banjir, Proses Evakuasi Masih Berjalan

 

"Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman," tambahnya.

Apabila banjir terjadi sementara listrik belum dipadamkan PLN, masyarakat diminta untuk segera melaporkan pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile atau melalui nomor telepon 123. Setelah banjir surut, Jatmiko menyambung, pastikan seluruh alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering.

"Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik," ungkapnya.

Baca juga: Diterjang Luapan Air Dari Sungai Benenain, Maria Vianelde : Kami Kelaparan

Baca juga: 13 Warga di Lewotolok Kabupaten Lembata Ditemukan Meninggal Dunia, Puluhan Masih Hilang

"Kami mengimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," sambung Jatmiko.

Guna menghindari risiko yang tidak diinginkan seperti arus listrik bocor, masyarakat perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan. Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin.

Selain itu, masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor. Masyarakat dapat melaporkan ke PLN jika menjumpai listrik dan kabel listrik yang membahayakan.

"Kenali dulu kabel dan tiangnya. Kalo kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang paling atas. Jika yang dimaksud kabel melingkar-lingkar sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik, itu kabel utilitas lain," jelas Jatmiko.

Berdasarkan informasi resmi PT PLN, berikut rangkuman mengamankan listrik saat musim hujan.
1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah
2. Cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak
3. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi
4. Bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi contact center PLN 123 /pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile 
5. Hubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir.

"Semoga cuaca segera membaik. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan apabila ada gangguan, PLN akan segera pulihkan. Mohon doa untuk para petugas dan tetap di rumah," tutup Jatmiko. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita Bencana Alam di NTT

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved