Bencana Alam di NTT
Angin Kecang Rusakan Tiga Rumah Warga dan Satu Bangunan Publik di Cibal Manggarai
Angin Kecang Rusakan Tiga Rumah Warga dan Satu Bangunan Publik di Cibal Manggarai
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Angin Kecang Rusakan Tiga Rumah Warga dan Satu Bangunan Publik di Cibal Manggarai
POS-KUPANG.COM | RUTENG---Cuaca ekstrim yang melanda wilayah NTT pada umumnya dan khususnya wilayah Kabupaten Manggarai selama beberapa hari terakhir mengakibat terjadi bencana alam dimana-mana. Salah satunya dilaporkan 3 unit rumah milik warga Dusun Wae Ri'i, Desa Bea Mese Kecamatan Cibal rusak akibat diterpa angin kencang, Minggu (4/4/2021) pagi sekitar pukul 09.00 Wita.
Warga setempat Paulus Ino Polce kepada POS-KUPANG.COM, Minggu sore mengatakan peristiwa 3 rumah warga yang rusak itu dikarenakan cuaca ekstrim berupa hujan disertai angin kencang.
Polce menjelaskan, tiga rumah warga yang rusak itu milik korban Benediktus Ansel, Damianus Maman dan Angglus Angkat. Namun rumah milik Benediktus Ansel mengalami kerusakan parah dimana ambruk rata tanah, sedangkan 2 rumah lainya hanya atapnya yang rubuh diterbangkan angin.
Baca juga: Banjir di Bena, 100 Lebih KK Terjebak Banjir, Proses Evakuasi Masih Berjalan
Baca juga: Diterjang Luapan Air Dari Sungai Benenain, Maria Vianelde : Kami Kelaparan
Korban Benediktus bersama keluarganya saat ini mengungsi ke rumah keluarga. Saat kejadian korban Benediktus menyelamatkan diri dengan cepat keluar dari rumah.
Selain tiga rumah warga rusak, Kata Polce, angin kecang itu juga menerjang dan merusakan satu bangunan fasilitas umum milik SMA Negeri 3 Cibal. Untung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Polce juga berharap agar Pemerintah segera turun langsung memantau dan mendata kerugian korban serta memberikan bantuan. Taksasi kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga: 13 Warga di Lewotolok Kabupaten Lembata Ditemukan Meninggal Dunia, Puluhan Masih Hilang
Baca juga: Lembata Berduka, Akses Jalan Putus Total, Warga Cari Korban Banjir Ile Ape di Pesisir Pantai
Sementara itu di Desa Lia, Kecamatan Satar Mese Utara dua rumah warga terancam ambruk, sebab tembok penahan tebing yang berjarak sekitar 1 meter dari dua rumah itu ambruk akibat curah hujan tinggi di wilayah itu.
"tembok penahan jarak 1 meter dengan rumah ambruk, namun ada kekewatiran jika terjadi longsor susulan rumah bisa terancam roboh,"ungkap Camat Satar Mese Utara, Aloisius Jebarut, S.Pd kepada POS-KUPANG.COM Minggu sore.
Karena itu, kata Aloisius, pemerintah Desa Lia meminta kepasa pemilik rumah bersama keluarga untuk mereka mengungsi. Namun yang bersangkutan masih mau bertahan tinggal di rumah mereka masing-masing. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/angin-kecang-rusakan-tiga-rumah-warga-dan-satu-bangunan-publik-di-cibal-manggarai.jpg)