Bencana Alam NTT
Bendungan Kambaniru Sumba Timur NTT Meluap
Akibat curah hujan yang tinggi saat ini, menyebabkan air di Bendung Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur meluap
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Akibat curah hujan yang tinggi saat ini, menyebabkan air di Bendung Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur meluap pada Minggu (4/4/2021).
Bendung yang terletak di Malumbi, Kecamatan Kambera ini menampung air dari beberapa anak sungai , termasuk sungai dari Tabundung. Selain menampung air dari beberapa anak sungai, juga karena curah hujan yang tinggi menyebabkan kapasitas bendung itu tidak bisa menampung air.
Banjir yang terjadi di bendung itu akhirnya naik hingga ke jembatan gantung atau jembatan penyeberangan di atas bendung itu.
Warga sekitar bendungan terus memantau perkembangan luapan air di bendungan tersebut.
Baca juga: Bendung Kambaniru Berkah Bagi Petani Mauliru Sumba Timur
Baca juga: Bendung Kambaniru di Sumba Timur Berkah Bagi Petani Mauliru
Kondisi yang sama juga terjadi di Bendungan Pau, Kecamatan Umalulu. Di bendungan ini aie juga meluap melewati kapasitas bendungan.
Sementara itu, ada beberapa wilayah yang juga terdampak banjir ,antara lain di Wula Waijelu, Kawangu (Pandawai) , Kiritana, Malumbi, Lambanapu (Kambera).
Di Kecamatan Kota Waingapu ada juga air yang meluap ke rumah warga, antara lain di Kelurahan Kamalaputi, Matawai dan sekitarnya.
Sekretaris BPBD Sumba Timur, Herry Franky Ratucoreh mengatakan, sesuai informasi bahwa hampir semua wilayah di Sumba Timur terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Baca juga: Bendung Kambaniru Aliri Persawahan Kambera dan Pandawai
Baca juga: Bendung Kambaniru Jadi Obyek Wisata di Sumba Timur
Dia mengakui, banjir yang terjadi selain akibat aliran permukaan juga karena luapan sungai, termasuk bendungan-bendungan.
Franky mengakui, selain banjir luapan sungai, ada juga banjir pesisir. Banjir pesisir itu terjadi di beberapa wilayah antara lain, di Kelurahan Lumbukore dan Desa Matawai Atu, Kecamatan Umalulu.
"Wilayah pesisir lain yang berpotensi adanya banjir pesisir, seperti di pesisir Desa Kadumbul dan Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai," kata Franky.
Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, S.T mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah rawan bencana alam agar bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Kita belum bisa prediksi bilamana cuaca ekstrem ini berakhir. Karena itu, imbau kepada seluruh masyarakat tetap waspada," kata David.
David juga meminta kepada BPBD Sumba Timur, Dinas Sosial, Dinas PUPR dan Basarnas agar tetap siaga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bendung-kambaniru-meluap.jpg)