Sumba Timur Terkini
Harga Barang dan BBM Naik, Janda di Sumba Timur Mulai Cemas Bayar Angsuran
janda dengan delapan orang anak ini dikejutkan oleh kenaikan harga barang yang cukup signifikan secara tiba-tiba.
Ringkasan Berita:
- Oche Ratu Rozet salah satu warga berstatus janda di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera
- Dia mulai was-was dengan kenaikan harga barang pokok dan bahan bakar minyak
- Janda dengan delapan orang anak ini dikejutkan oleh kenaikan harga barang yang cukup signifikan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Oche Ratu Rozet salah satu warga berstatus janda di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, mulai was-was dengan kenaikan harga barang pokok dan bahan bakar minyak.
Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, janda dengan delapan orang anak ini dikejutkan oleh kenaikan harga barang yang cukup signifikan secara tiba-tiba.
“Harga barang di toko sudah naik. Macam di toko KS, saya biasa beli di situ mie goreng, minyak goreng dan rokok sudah naik. Selisih sekarang Rp5.000 sampai Rp10.000,” katanya kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (12/6/2026).
Oche, yang berusia 56 tahun itu, menjual barang tersebut di kios gerobaknya. Ukurannya kurang dari 2x3 meter persis di halaman rumahnya.
Baca juga: Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Kebakaran Kios yang Menewaskan Empat Orang di Sumba Timur
Kios kecil itu menjadi sumber penghidupannya. Beberapa waktu terakhir, sejumlah barang jualannya laku dalam waktu lama, pendapatannya pun menurun.
Ia kemudian memutuskan untuk menjual bensin eceran jenis pertalite. Usaha itu cukup memberikan keuntungan baginya. Rata-rata, ia mendapatkan keuntungan Rp60.000 per hari.
Menjalankan usaha kecil itu, Oche selalu membutuhkan modal karena keuntungan dari kios belum stabil. Karenanya, ia membentuk kelompok warga sebagai syarat mengajukan pinjaman ke Amartha, penyedia akses permodalan di desa.
Kelompoknya berjumlah 17 orang. Pada pinjaman pertama, mereka mengajukan kredit sebesar Rp5.000.000 dengan angsuran Rp134.000 per minggu.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga di Sumba Timur Mengeluh dan Penjualan di SPBU Menurun
Sejauh ini, mereka merasa aman. Pembayaran angsuran lancar. Namun, diakuinya, kenaikan harga barang dan BBM mulai membuat emak-emak di kelompoknya cemas dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Kalau kita punya kredit dengan jualan begini susah. Apalagi kami su janda. Kami berusaha sedikit untuk mencukupi kita punya hidup. Saya anak delapan orang,” ungkapnya.
Oche mengatakan, jika pendapatan warga menurun, harga barang naik, ia yakin barang jualannya semakin lama terjual.
“Kalau jualan kami tidak lancar, kami tidak bisa bayar angsuran tiap minggu. Kalau harga naik, kita mau jual bagaimana. Belum lagi beras naik,” ucapnya.
Baca juga: Bupati Umbu Lili Pekuwali Resmi Buka Ajang Talenta O2SN dan FLS3N Jenjang SD-SMP di Sumba Timur
Sementara itu, salah satu pegawai Amartha, Yumi Dehi Mboru mengatakan, pembayaran pinjaman oleh sejumlah kelompok binaannya masih berjalan lancar.
“Yang macet belum ada. Masih lancar,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sosok-Oche-Ratu-Rozet-salah-satu-warga-berstatus-janda.jpg)