Breaking News:

Siswi SMA di Ende Disetubuhi Ayah Kandung Berulang Kali Sejak SMP

Akibat konsumsi obat tersebut, MH dilarikan ke RSUD Ende dan nginap satu malam.

shutterstock
Ilustrasi 

Siswi SMA di Ende Disetubuhi Ayah Kandung Berulang Kali Sejak SMP

POS-KUPANG.COM | ENDE -- Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Ende, NTT, berulang kali disetubuhi oleh ayah kandungnya, MH (39).

Prilaku bejat MH perlahan mulai terungkap ketika korban menceritakan peristiwa yang ia alami kepada pacarnya, I. I kemudian meneruskan cerita tersebut kepada ibu korban.

Setelah ibu korban mengetahui kejadian tersebut, MH panik dan mencoba bunuh diri dengan cara mengkonsumsi obat yang belum diketahui jenisnya.

Akibat konsumsi obat tersebut, MH dilarikan ke RSUD Ende dan nginap satu malam.

Baca juga: Menanti Program Langit Biru Masuk di Kabupaten Ende Harga Pertalite Turun

Baca juga: Erik Rede Apresiasi Petani Sorgum Asal Kabupaten Ende Jaga Ketahanan Pangan 

Kasatreskrim Polres Ende, Iptu John Suhardi, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 2 April 2021 mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus tersebut pada 29 Maret 2021.

"Benar telah terjadi tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur yg dilakukan oleh tersangka," ungkap kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 2 April 2021.

Kasatreskrim menyebut MH telah melakukan persetubuhan anak di bawah umur yang merupakan putri kandung, sebanyak lima kali.

Dia menyebut, dalam bulan Juli 2020, MH melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali. Pertama di rumah sepupu MH, kedua di rumah mertua MH.

Baca juga: Umat Lintas Agama Bangun Gereja St. Donatus Bhoanawa Kabupaten Ende, Begini Targetnya

Baca juga: Pasar Wolowona Kabupaten Ende Amburadul, Solusinya ?

Kejadian ketiga terjadi pada bulan September 2020. "Kejadian keempat dan kejadian kelima terjadi pada bulan Januari 2021 sebanyak dua kali. Kejadian kedua sampai dengan kejadian kelima pelaku melakukannya di rumah mertua," ungkap Iptu John.

Pada saat melakukan persetubuhan dengan MH selalu menutup wajah korban menggunakan bantal.

Korban menceritakan kepada saksi yaitu pacar dari korban, lalu saksi menceritakan kejadian tersebut kepada mama korban , dan setelah mama korban mengetahui kejadian tersebut tersangka mencoba mau melakukan bunuh diri dengan mengkonsumsi obat yang tdk tahu jenis obat tersebut, sehingga tersangka harus dilarikan ke RSUD Ende dan hrus menginap selama 1 malam," jelas Iptu John.

Lanjutnya, pihaknya, telah melakukan pemeriksaan saksi saksi dan terangkat, membawa korban untuk dilakukan visum dan telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka.

Baca juga: Perilaku Pelajar di Kabupaten Ende Mengkwatirkan, Pesta Miras di Taman Bung Karno

Baca juga: 2021 Kasus DBD di Kabupaten Ende Sudah Ada yang Meninggal Dunia

Iptu John menyebut, pasal yg disangkakan, yakni pasal 81 ayat (1),ayat (2) dan ayat (3) UU RI nmr 17 thn 2016 tentang penetapan Perpu nmr 1 thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU .

"Ancaman hukumannya, 15 tahun penjara , karena tersangka merupakan orangtua kandung maka tersangka di tambah 1/3 hukuman menjadi 20 tahun penjara," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved