Menanti Program Langit Biru Masuk di Kabupaten Ende Harga Pertalite Turun
pada awal April 2021 ini, program ini mulai di berlakukan di Kupang, setelah itu ke Flores, termasuk Ende.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Menanti Program Langit Biru Masuk di Kabupaten Ende Harga Pertalite Turun
POS-KUPANG.COM | ENDE -- Melalui Program Langit Biru (PLB) Pertamina, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite turun.
Program ini sudah berjalan di daerah Jawa, Madura dan Bali, nantinya program ini akan sampai hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
PLB untuk mengedukasi masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan, yakni dengan beralih dari banyak pengguna BBM jenis Premium ke Pertalite dan Pertamax.
Nuriva Joko Wibowo, Sales Branch Manager, III NTT, mengatakan, pada awal April 2021 ini, program ini mulai di berlakukan di Kupang, setelah itu ke Flores, termasuk Ende.
"Program ini merespon anjuran dari Kementerian Lingkunga
Baca juga: Erik Rede Apresiasi Petani Sorgum Asal Kabupaten Ende Jaga Ketahanan Pangan
Baca juga: Umat Lintas Agama Bangun Gereja St. Donatus Bhoanawa Kabupaten Ende, Begini Targetnya
n Hidup untuk zero emisi. Prakiraan April dilakukan di Kupang, kalau berhasil ke Flores," kata Joko kepada POS-KUPANG.COM, Senin 29 Maret 202).
Menurutnya, PLB mengurangi dan mengganti konsumsi SPBU - SPBU reguler yang menjual BBM jenis premium dengan BMM jenis Pertalite. Harga Pertalite sendiri, lanjutnya, turun, atau seharga dengan premium.
Joko menyebut, harga Pertalite dipatok menjadi Rp 6.450 per liter, lebih rendah Rp 1.200 dari harga normal Pertalite yaitu Rp7.650.
Dia menguraikan, program ini diberlakukan secara berkala, berjalan selama enam bulan, setelah itu harga Pertalite kembali normal.
Baca juga: Pasar Wolowona Kabupaten Ende Amburadul, Solusinya ?
Baca juga: Perilaku Pelajar di Kabupaten Ende Mengkwatirkan, Pesta Miras di Taman Bung Karno
"Dua bulan pertama harga Pertalite seharga premium, dua bulan berikutnya, harga premium dikurangi Rp. 800 dari harga normal, lalu dua bulan terakhir dikurangi Rp. 400. Lalu berikutnya, kembali ke harga normal dan premium sudah tidak ada," jelasnya.
Penghapusan bbm jenis premium dengan nomor oktan 88 itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka emisi karbon yang diproduksi oleh kendaraan.
Rencana tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai batasan Research Octane Number (RON).
Joko mengatakan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan Pemprov NTT, para Bupati dan Wali Kota terkait pelaksanaan PLB tersebut.
Baca juga: Perilaku Pelajar di Kabupaten Ende Mengkwatirkan, Pesta Miras di Taman Bung Karno
Baca juga: Uskup Agung Ende Apresiasi Pemanfaatan Faba dan Inovasi TOSS di Kabupaten Ende
Joni Moi, salah satu warga Kota Ende, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, dirinya sambut baik harga Pertalite turun, kendati hanya enam bulan. "Yah baguslah," ungkap pria yang bekerja sebagai tukang ojek ini.