Misa Jumat Agung di Kota Kupang Terapkan Prokes dan Penjagaan Yang Ketat
Umat yang mengikuti misa, akan diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan mengatur jarak ketika berada di lingkungan gereja.
Untuk tata laksana ibadat sebagaimana biasanya, namun untuk penerimaan roti dan anggur jemaat akan menerima dalam bentuk kemasan yang telah disiapkan oleh pihak gereja.

"Kebaktian Jumat agung itu jam enam dan delapan pagi, sedangkan kebaktian perjamuan dari jam" jelas Dedi, Jumat 2 April 2021.
Baca juga: Di Sumba Timur -- Umat GKS Payeti Khusyuk Ikut Ibadah Jumat Agung
Baca juga: Polres Sumba Barat Terus Melakukan Patroli Beri Pengamanan Pada Perayaan Jumat Agung
Arus kendaran di depan gereja diketahui ramai lancar dan tidak ada kemacetan. Pihak kepolisian, TNI dan petugas keamanan gereja melakukan pengamanan di sekitar gereja.
Sebelumnya, perayaan misa di gereja St Yosef Pekerja, Penfui, juga digelar hanya satu kali yakni pada pukul 15.00 WITA.
"Ini umat sudah banyak, di dalam sudah tidak bisa masuk lagi. Sudah penuh, tapi semua tetap di ikuti ibadah dengan baik" ujar Anis, salah satu umat di gereja setempat, Jumat 2 April 2021.
Ia mengatakan, umat tidak lagi mengikuti perayaan sebagaimana biasanya, namun tata caranya akan di atur agar benar mengikuti protokol kesehatan, termaksud prosesi cium salib yang kali ini tidak lagi di lakukan oleh umat.
Baca juga: 20 Ucapan Hari Paskah 2021, Sejarah dan Pengertian Jumat Agung, Hari Kesedihan dan Penebusan Dosa
Baca juga: Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Kristus Raja , Ritual Cium Salib Diganti Penghormatan Salib
"Umat tidak lagi cium salib, cukup hormat setelah itu kembali" sebutnya.

Bagi para umat yang hendak masuk ke dalam gereja akan dilakukan penggeledahan oleh pihak TNI bersenjata lengkap.
Untuk keamanan diluar, pihak kepolisian dan panitia setempat melakukan pengamanan.
Lalulintas pun terpantau ramai lancar, meski sesekali tersendat akibat keluar masuknya kendaran umat dari tempat parkir gereja. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)