Mahasiswi Dicabuli Psikopat lalu Kepala Direbus, Polisi Syok saat Gerebek Sang Pelaku, Ini Profilnya

Di Pakista, dua pria dilaporkan dihukum mati, setelah memperkosa ibu di depan anak-anaknya saat mereka kehabisan bensin.Abid Malhi dan Shafqat Hussai

Editor: Ferry Ndoen
youtube
Ilustrasi Artis Cantik Berusia 22 Tahun Dibunuh dan Dimutilasi, Jasadnya Ditemukan Tanpa Busana 

POS KUPANG.COM---- Terungkap kasus mengerikan mahasiswi diperkosa psikopat. Seorang gadis dibunuh setelah diperkosa pelaku. Mirisnya, kondisi jasad si gadis sudah terpisah, bahkan kepala juga direbus. Polisi pun menggerebek rumah pelaku, namun syok melihat apa yang dilakukan si pria.

Dilansir TribunJatim.com dari TribunMedan, peristiwa mengerikan ini terjadi di Kazakhstan. Awalnya, seorang mahasiswi bernama Ayzhan Edilova dilaporkan hilang 10 hari setelah tidak pulang kerja.

Mayat mahasiswi berusia 19 tahun itu kemudian ditemukan di rumah seorang pria di di Kota Almaty di tenggara. Yang mengerikan, mayat gadis itu ditemukan dalam kondisi sudah dimutilasi.

Detail pembunuhan keji itu diungkap saudara korban yang trauma, Almat Mulikov. “Dia membunuh saudara perempuan saya dan menghabiskan sekitar 24 jam untuk memotong-motong tubuhnya,” katanya kepada media lokal.

“Dia mencabut semua gigi dan kukunya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik terpisah. "Maniak itu memotong dan merebus kepalanya."

Baca juga: Istri Tak Layani Nafsu Lelaki Bajingan Ini, Malah Kesucian Anak 8 Tahun Terenggut di Kandang, Info

Polisi memastikan, korban sebelumnya telah dihubungi oleh tersangka melalui media sosial tak lama sebelum dia menghilang.

Dalam pesannya, pelaku meminta korban datang ke rumahnya untuk melakukan pengukuran badan untuk dibuatkan stelan baru.

Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu pada tanggal 19 Maret, hari di mana ketika remaja itu menghilang.

Rekaman video dari kamera CCTV menunjukkan Ayzhan dan tersangka memasuki lift blok apartemen pria itu dua hari sebelum jenazahnya ditemukan di flatnya.

Polisi terpaksa mendobrak pintu flat tersangka pembunuh selama penggerebekan polisi karena mereka ditolak masuk pada saat kedatangan.

Mutilasi
Mutilasi (Ilustrasi)

Secara mengejutkan, saat polisi datang menggerebek apartemennya, pelaku yang berusia 18 tahun itu malah memotong tenggorokannya sendiri.

Diketahui, pelaku memang memiliki gelar medis.

Ia terpaksa mendapat perawatan pertolongan pertama di tempat kejadian seusai memotong tenggorokannya.

Setelahnya, pelaku dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya dapat diselamatkan.

Baca juga: Sedih, Kalah Tipis dari PSIS Semarang 2-3, Singo Edan Arema FC Angkat Koper dari Piala Menpora 2021

Police Line
Police Line (NET)

Selama interogasi, tersangka dilaporkan mengaku berusaha menyembunyikan kejahatan dengan memotong-motong dan menyebarkan bagian tubuhnya di wadah sampah di sekitar kota.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved