Pasca Teror Bom Gereja Katedral Makassar, Gubernur NTT : Masyarakat Indonesia Tidak Terpecah Belah
Ia juga mendorong seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah karena teror.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Pasca Teror Bom Gereja Katedral Makassar, Gubernur NTT Dorong Masyarakat Indonesia Tidak Terpecah Belah
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak takut terhadap teror yang dilakukan oleh para teroris. Ia juga mendorong seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah karena teror.
"Kita mendorong agar masyarakat Indonesia jangan terpecah dengan teror seperti ini," ujar Viktor Laiskodat kepada wartawan usai panen perdana Sorgum varian Bioguma 3 di Helipad Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin 29 Maret 2021.
Viktor menegaskan, prinsip para teroris adalah ingin menebar ketakutan. Karena itu ia meminta seluruh masyarakat tidak takut terhadap teror teror tersebut.
"Kalau kita tidak takut maka gerakan mereka akan sia-sia, karena tugas mereka hanya menebar ketakutan dan menghancurkan keragaman Indonesia," kata Viktor.
Baca juga: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Tanam Benih Padi dan Cabai di Takari Kabupaten Kupang
Viktor juga menegaskan tidak pernah akan mentolerir siapapun yang mau mengganggu atau mau merobek toleransi dan keragaman di Indonesia. "Kita akan mengutuk, berpihak melawan mereka habis habisan," lanjut Viktor.
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan hormat kepada para security yang menghalang teroris untuk masuk dalam lingkungan gereja saat akan melancarkan aksi pada Minggu pagi 28 Maret 2021.
Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghadapi teror dengan semangat seperti itu. Ia bahkan mengajak seluruh masyarakat NTT untuk ramai ramai melawan teroris yang mau mengganggu kedamaian dan ketentraman hidup bersama. ,
"Kita bersyukur terhadap teman teman kita security gereja yang luar biasa berhadapan dengan mereka tanpa rasa takut dan saya berpikir seluruh orang Indonesia harus seperti itu. Di NTT bukan satu, tapi rame rame kita hadapi dia," tegas Viktor.
Baca juga: Tak Sekedar Slogan, Kenali Karya Dinas Kopnakertrans di Kapitan Meo Saat Kunker Gubernur NTT
Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi menyebut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengutuk keras kejadian bom bunuh diri itu. Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 28 Maret 2021, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adrianus Nae Soi bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan yang biadab.
"Pemerintah dan masyarakat NTT mengutuk keras tindakan biadab teroris radikalis terlebih telah mengganggu ketertiban pada saat orang mau melakukan ibadah," ujar Wagub Josef Nae Soi.
Ibadah agama apa saja, tegas Wagub Josef Nae Soi telah dijamin oleh konstitusi, karena itu tidak boleh diganggu. "ibadah apa saja, agama apa saja itu tidak boleh diganggu gugat. Itu dijamin oleh konstitusi dalam UUD 1945," tegas dia.
Wagub Josef Nae Soi menyebut pelaku sebagai orang yang tidak mengimani agamanya secara lengkap seandainya ia adalah orang beragama. Hal ini kata dia, karena semua agama mengajarkan tentang keutamaan, kebaikan dan cinta kasih.
Baca juga: Gubernur NTT Pastikan Transportasi Mudik Lebaran Normal
"Mungkin dia adalah orang yang tidak lengkap dan komplit memahami agama kalau dia orang beragama," lanjut Wagub Josef Nae Soi.
Karena, jelas Wagub Josef Nae Soi, seandainya pelaku beragama Islam maka di dalam ajaran agama Islam sendiri telah terkenal ajaran 'lakum diinukum wa liiyadin' atau ajaran agamamu untukmu dan agamaku untukku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gubernur-ntt-saat-berbicara-kepada-wartawan-usai-acara-panen-perdana-sorgum.jpg)