NTT Akan Jadi Tuan Rumah Untuk Putera Puteri Tari Indonesia Tahun Ini
Founder Putera Puteri Tari NTT, Zam Ibraz mengatakan NTT akan jadi tuan rumah untuk pemilihan Putera Puteri Tari Indonesia tahun 2021.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Founder Putera Puteri Tari NTT, Zam Ibraz mengatakan NTT akan jadi tuan rumah untuk pemilihan Putera Puteri Tari Indonesia tahun 2021.
Hal ini diungkapkannya saat malam penganugerahan pemilihan Putera Puteri Tari NTT, Minggu (28/03/2021).
Zam Ibraz yang juga seorang jurnalis ini mengaku terkesan dengan NTT.
"Saya sangat terkesan ya, bukan cuma tertarik sama Pariwisata NTT tapi saya jauh lebih tertarik dengan keramahan dan juga SDM orang - orang NTT," kata Ibraz.
"Itulah yang melatarbelakangi saya dan tim dari Putera Puteri Tari Indonesia memutuskan untuk menjadikan NTT sebagai tuan rumah Putera Puteri Tari Indonesia ditahun ini," lanjutnya.
Baca juga: Putri Wisata NTT Juenna Ling Raih Gelar Puteri Wisata Seni Indonesia 2021
Lanjut dia, hal ini sudah diputuskan setelah rapat di Jakarta tapi keputusan bulatnya setelah dia dan tim melakukan serangkaian survey selama berada di NTT.
"Jadi, ketika saya datang ke sini saya dan tim kan bukan semata - mata hanya mengurus acara ini tapi juga berkunjung ketempat wisatanya, berdiskusi dengan pemerintahnya dan puji Tuhan Ketua Dekranasda yang juga isteri Gubernur NTT ibu Julie mendukung dan kita akan bicara banyak untuk pelaksanaan nasional nanti," jelasnya.
Ibraz berharap, seni tari bukan cuma hiasan dan juga bukan cuma jadi pemanis. Untuk bisa tampil selama 3 menit, para penari membutuhkan proses latihan yang panjang dari 3 bulan sampai 5 bulan.
"Itu yang biasa terjadi kita tahu di panggung - panggung kesenian. Tapi saya mau berikan satu panggung supaya mereka lebih disorot, mereka lebih punya panggung yang melihat potensi mereka bukan cuma sebagai dancer tapi sebagai marketing, public speaker, sebagai model juga sebagai penjaga budaya karena penari itu tidak cuma bergerak tapi mereka memasang kain, merias wajah dan rambutnya, itu juga seni," kata Ibraz.
"Mereka menjaga kain - kain (tenun) dan tata rias. Jadi, Putera Puteri Tari Indonesia bukan cuma ajang menari tapi ini ajang lebih dari menari. Kami cari penari komplit yang nggak cuma bisa nari tapi bisa punya impact buat daerahnya," tutupnya.
Kepala UPTD Taman Budaya NTT sekaligus Ketua Panitia perhelatan ini, Sofyan mengatakan, untuk para pemenang yang akan mewakili NTT ditingkat nasional, pihak Taman Budaya akan tetap melakukan pembinaan - pembinaan, pemantauan bahkan untuk memberikan warning agar mereka mempersiapkan diri untuk kedepan ditingkat nasional.
"Mereka kita harapkan mempromosikan, menyuarakan bahwa dia sebagai Putera Puteri Tari NTT itu memiliki fenomena yang mencerminkan bahwa mereka memiliki wawasan berkarakter budaya," ujarnya.
Kabid Industri dan Ekonomo Kreatif Dinas Pariwisata NTT, Jhony Rohi berharap, kegiatan ini terus ada karena banyak manfaat yang bisa diperoleh.
"Kegiatan ini merupakan upaya pembinaan generasi muda untuk mencintai budaya kita. Salah satu aspek penting dalam pembangunan pariwisata adalah daya tarik wisata budaya," kata Jhony.