Berita NTT Terbaru
Gubernur NTT Vicktor Laiskodat Ajak Petani Semangat Meski Ekonomi NTT Babak Belur
Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong petani di Kabupaten Belu agar tetap semangat dan tekun bertani meski perekono
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong petani di Kabupaten Belu agar tetap semangat dan tekun bertani meski perekonomian NTT masih babak belur.
Gubernur Vicktor mengatakan demikian saat acara panen jagung secara simbolis di Poktan Dumetan, Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Kamis (25/3/2021).
Pernyataan gubernur NTT yang sedikit berkelakar itu saat sesi memperkenalkan para rombongannya yang adalah para staf khusus gubernur dan pimpinan OPD.
Katanya, dalam rombongan kunker kali ini, ia memboyong semua staf khusus gubernur untuk berkunjung ke desa-desa. Kehadiran para staf khusus itu sesungguhnya untuk memberikan semangat bagi pemerintah dan masyarkat.
Ia memperkenalkan pertama, staf khusus bidang ekonomi, Prof. Daniel D. Kameo, Ph.D.
"Ini Staf khusus gubernur bidang perekonomian. Biar ekonomi kita NTT babak belur tapi kita tetap bawa profesor untuk memberi kita semangat", kata Gubernur Vicktor dengan tersenyum.
Menurut Gubernur Vicktor, mengurus perekenomian di NTT harus perlu semangat. Termasuk para pendamping harus semangat bekerja mendampingi petani. Meski upah yang diberikan tidak besar namun upah yang lebih besar ada di surga.
Baca juga: Berkunjung ke Posal Labuan Bajo, Ibu Panglima TNI Minta Anggota Jasa Kesehatan
"Biar terima upah kecil tapi upah mu besar di surga", kata Vicktor memotivasi.
Menurut Gubernur, tahun depan pemerintah provinsi akan mengembangkan lagi jagung varietas hibrida dan sapi unggul. Kabupaten Belu sendiri sudah mulai mengembangkan sapi unggul melalui program Inseminasi Buatan (BI).
Baca juga: Simak 6 Daerah di NTT Bakal Terjadi Hujan Sedang Disertai Petir dan Angin Kencang, Info
Terkait hasil produksi jagung dari Poktan Dumetan yang mencapai 4,8 ton, Gubernur merasa bangga dan bahagia. Ia menilai hal itu sebuah langkah maju dalam bidang pertanian di NTT. Untuk itu, ia terus mendorong petani agar semangat berusaha sehingga kedepan hasilnya lebih banyak lagi.
Dari hasil jagung tersebut bisa dijual untuk kemudian membeli ayam, kambing bahkan sapi. Bisa juga selain mengembangkan jagung, petani bisa menambah usahanya seperti ternak ayam dan sapi.
Hasil usaha jagung dan ternak itu dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga termasuk pemenuhan gizi keluarga sehingga bisa mengatasi stunting. Ini adalah mata rantai panjang kegiatan usaha yang dikerjakan saat ini bisa mendapatkan hasil dalam waktu dekat dan juga dalam jangka waktu panjang. Siklus kerja seperti ini muaranya untuk kecerdasan generasi bangsa.
Kepada masyarakat, Gubernur berpesan agar semangat bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan. Terkhusus bagi masyarakat penerima bantuan pemerintah seperti PKH agar memperhatikan program keluarga berencana (KB). Jika pendapatan ekonomi pas-pasan sebaiknya ikut program KB sehingga anak yang dilahirkan bisa dirawat dengan baik dan mendapat asupan gizi bagus.
"Kalau dia mau punya anak lagi sebaiknya suruh dia kerja kebun lima hektare dulu supaya bisa kasih makan anak-anak", kata Gubernur Vicktor disambut tertawa dari undangan.