Pria Ini Berani Ingatkan Presiden Jokowi Soal Impor Beras: Dulu Janjinya Lain Sekarang Kok Buat Lain

Ustaz Haikal Hassan Baras alias Babe Haikal. Ia melontarkan pernyataan ironis menanggapi rencana pemerintah untuk impor 1 juta ton beras.

Editor: Frans Krowin
Tangkapan Layar Video Viral
Presiden Jokowi saat berada di Tengah Sawah Sumba NTT 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Sosok yang satu ini, berani sekali mengingatkan Presiden Jokowi soal keputusan pemerintah untuk mengimpor 1 juta ton beras dari negara tetangga.

Figur tersebut, adalah Ustaz Haikal Hassan Baras alias Babe Haikal. Ia melontarkan pernyataan ironis menanggapi rencana pemerintah untuk impor 1 juta ton beras.

Dulu pada saat ajang pemilihan presiden 2014 Jokowi sebagai calon presiden berjanji akan tolak impor beras. 

Babe Haikal tak banyak bicara, tapi hanya mengunggah potongan video ketika Joko Widodo berkampanye dalam ajang pemilihan presiden 2014 silam.

Dalam video tersebut, Jokowi berjanji akan menghentikan impor pangan, termasuk beras, bawang dan sejumlah komoditas lainnya.

Haikal Hassan Sebut Maruf Wakil Presiden di Ijtima Ulama 3, Begini Reaksi Pendukung Prabowo
Haikal Hassan Sebut Maruf Wakil Presiden di Ijtima Ulama 3, Begini Reaksi Pendukung Prabowo (Instagram)

Seperti diketahui, saat ini pemerintah akan membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton di tahun ini.

Beras impor akan digunakan untuk menambah cadangan atau pemerintah menyebutnya dengan istilah iron stock.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, rencana impor ini telah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas, Kementerian Perdagangan bahkan telah mengantongi jadwal impor beras tersebut.

"Iron stock itu barang yang memang ditaruh untuk Bulog sebagai cadangan, dia mesti memastikan barang itu selalu ada. Jadi tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock," jelas Lutfi dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Klaim pemerintah, impor sebesar 1 juta ton, yang terbagi 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.

Stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selain itu, adanya banjir yang menerjang beberapa daerah mengancam ketersediaan pasokan beras.

Upaya menjaga ketersediaan stok beras tersebut dilakukan melalui penyerapan gabah oleh Bulog dengan target setara beras 900.000 ton pada saat panen raya Maret hingga Mei 2021 dan 500.000 ton pada Juni hingga September 2021.

Janji Tolak Impor Beras

Selama masa dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah sudah mengimpor beras dalam beberapa tahap. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved