Berita NTT Terkini

Marsiana Halek: Lansia di Kupang Antusias Terima Vaksin Covid-19

Marsiana Halek: Lansia di Kota Kupang Sangat Antusias Menerima Vaksin Covid-19

Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Direktris RSUD SK Lerik Kupang, dr. Marsiana Halek 

POS-KUPANG.COM - DIREKTRIS RSUD SK Lerik Kota Kupang, dr Marsiana Halek mengungkapkan pengamatannya terhadap para lanjut usia ( Lansia) yang menerima Vaksin Covid-19.

Menurut Marsiana, Lansia sangat antusias untuk disuntik vaksin. Mereka sudah ada di rumah sakit pukul 08.00 Wita. "Para Lansia sangat semangat untuk divaksin. Mereka disambut dan dilayani dengan lima meja pelayanan yang sudah ada di depan gedung rumah sakit," kata Marsiana, Jumat (12/3/2021).

Ia menjelaskan, pelayanan vaksinasi Lansia di RSUD SK Lerik dibuka setiap Senin, Rabu dan Jumat.

Baca juga: NEWS ANALYSIS Dr Pius Weraman Epidemolog: Perkuat Imun Tubuh

Sebelum disuntik vaksin, setiap Lansia mendaftar pada petugas, dan mengikuti screaning. Selanjutnya mengisi formulir yang sudah disiapkan.

"Jika memenuhi syarat maka akan langsung diberikan vaksin. Setelah menerima vaksin, mereka akan diobservasi juga, apakah ada gejala atau efek," ujarnya.

Marsiana menyebut, hingga Jumat kemarin sudah 267 Lansia yang disuntik vaksin Covid-19. Ia mengajak semua masyarakat Kota Kupang yang masuk dalam kategori untuk datang ke RSUD SK Lerik untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi.

Baca juga: Mutasi Virus Corona Baru Buat Sensitivitas PCR Menurun

Marsiana menegaskan, vaksin aman dan harus didapat oleh semua masyarakat secara bertahap. "Marilah semua masyarakat mendukung program vaksinasi ini, untuk melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar kita," imbuh Marsiana.

Tim Isoman Efektif

Terpisah, Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man mengapresiasi Tim Isolasi Mandiri (Isoman) dan Tim One In Two di setiap puskesmas. Menurutnya, kinerja Tim Isoman dan Tim One In Two efektif sehingga berhasil menekan laju penyebaran Covid-19.

Herman Man menjelaskan tugas Tim Isoman untuk memastikan pasien isolasi mandiri di rumah berjalan dengan baik. Sedangkan Tim One In Two mengkombinasikan kegiatan 3T dan 5M bertemu pada satu pasien.

"Kerja tim ini, disebut efektif dan berhasil menekan penyebaran covid-19. Sepintas saya mendapat informasi dari setiap puskesmas. Menurut saya ada kecendrungan menurun. Tetapi saya tidak mau mengekspos data secara mendetail karena butuh analisis detail aspek epidemiologinya," kata Herman Man, Jumat kemarin.

Pada sisi lain, lanjut Herman, ada kenaikan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Kupang. Hal ini berarti bila angka kesembuhan naik, maka angka kematian pasti menurun.

"Edukasi persuasif juga terus dilakukan kepada masyarakat. Saya bersyukur atas kerja tim ini, meski belum berhasil menurunkan kasus secara signifikan," ucap Herman Man.

Ia mengatakan, dalam penanganan Covid-19, kelemahannya masih pada testing. Pemkot Kupang belum memiliki Laboratorium PCR sendiri sehingga terfokus di provinsi dan mengakibatkan banyak antrian swab.

Meski demikian, kata Herman Man, pemkot terbantu dengan hadirnya test Rapid Antigen yang telah menyebar di setiap fasilitas kesehatan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved