Rocky Gerung Sesalkan Mahfud MD Soal Kudeta Demokrat: Kalau Jokowi Happy Artinya Tak Tahu Arus Bawah

Rocky Gerung mengatakan, jika kondisi saat ini Presiden Jokowi masih happy-happy saja, maka menurutnya seorang Presiden tidak tahu arus bawah.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Jokowi dan Rocky Gerung Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Jokowi Terlalu Dekat China, Diingatkan Menlu AS Lewat GP Ansor, Begini Kalkulasi Rocky Gerung, https://manado.tribunnews.com/2020/11/02/jokowi-terlalu-dekat-china-diingatkan-menlu-as-lewat-gp-ansor-begini-kalkulasi-rocky-gerung?page=3. Editor: Aswin_Lumintang 

Rocky Gerung Sesalkan Mahfud MD Soal Kudeta Demokrat: Kalau Jokowi Happy Artinya Tak Tahu Arus Bawah

POS-KUPANG.COM -- Pengamat Politik Rocky Gerung menyesalkan sikap Menko Polhukam, Mahfud MD soal Kudeta Partai Demokrat yang mengguncang Indonesia saat ini.

Kekesalan Rocky Gerung mencuat tatkala mendengar pengakuan Mahfud MD mengenai sikap Jokowi yang tenang dan happy atas gejolak politik saat ini.

Dalam Acara Mata Najwa, Mahfud MD mengaku kondisi Presiden Jokowi masih happy-happy saja meski aksi kudeta Demokrat melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Rocky Gerung pun merasa geram mendengar pengakuan Mahfud MD tersebut.

"Mahfud itu sering kali berupaya untuk menggampangkan persoalan atau membuat persoalan ringan dengan diksi semacam itu, kan happy-happy artinya tidak ada ketegangan," ujarnya.

Rocky Gerung mengatakan, jika kondisi saat ini Presiden Jokowi masih happy-happy saja, maka menurutnya seorang Presiden tidak tahu arus bawah.

Padahal persoalan Partai Demokrat sudah menyeret-nyeret nama Jokowi itu sendiri.

"Bagus aja beliau happy-happy, artinya beliau enggak paham tentang arus bawah, walaupun udah hanyut tetapi tidak tahu udah hanyut, jadi saya kira enggak ada soal karena itu memang tidak terhubung antara peristiwa Sibolangit dengan kepedulian Presiden," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung lalu menyoroti media asing yang sudah memberitakan soal kudeta Partai Demokrat.

Rocky Gerung menilai seharusnya Presiden Jokowi merasa prihatin dengan kondisi demokrasi yang terjadi saat ini hingga media aisng ikut menyorot.

Rocky Gerung menilai saat ini media asing sudah menganggap Kudeta Partai Demokrat termasuk gerakan mendekati otoritarianisme.

"Dan itu yang dicerna oleh media asing yang menganggap pengambilalihan Partai Demokrat itu adalah gerak mendekati otoritarianisme," ujarnya.

Rocky Gerung menyayangkan tidak ada sikap Jokowi untuk membahas Partai Demokrat.

"Dan Mahfud tentu harus menyebutkan itu, karena sampai sekarang Presiden tidak menyampaikan satu poin pun terhadap soal itu, mungkin ada pembicaraan tingkat tinggi antara proksi SBY dengan proksi Jokowi," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved