Panas Rizal Ramli Sindir Jokowi Gegera Ini Sebut Ayah Gibran Begini, Ferdinand Hutahaean Balas Telak
Panas Rizal Ramli Sindir Jokowi Gegera Ini Sebut Ayah Gibran Begini, Ferdinand Hutahaean Balas Telak
"Kami menampilkan tari 'Petruk Divaksin' karena Petruk yang metafora di Indonesia sudah divaksin. Ini Petruk wayangnya nanti divaksin di sini," lanjut Butet.
Namu, siapa nyana simbol petruk tersebur menjadi viral.
Baca juga: Ingat Neno Warisman? Kini Disuruh Minta Maaf Oleh Sosok Ini Gegera Anies Baswedan, Kenapa?
Baca juga: Anggota DPR RI, Ratu Wulla Minta Tim Covid-19 SBD Bersikap Tegas, Tak Buka Ruang Polemik Warga
Baca juga: Tampil Kompak Bernuansa Ungu,Cantiknya Ashanty dan KD Dampingi Anang di Acara Lamaran Atta dan Aurel
Baca juga: H-31 Jelang Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Simak! Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Hikmahnya
Warganet memberikan beragam interpertasi tentang alasan Butet dan para seniman memilih tokoh Petruk untuk menyambut presiden Joko Widodo.
Warganet juga menyoroti tentang ucapan Butet yang menyebut Petruk secara metafora sudah divaksin.
Penjelasan Butet
Menanggapi ramainya perbincangan soal Tarian Petruk tersebut, Butet menjelaskan bahwa alasan pihaknya memilih itu karena suka dengan koreografi dan musiknya, dimana tarian tersebut adalah karya Pardiman dari Acapella Mataraman.
Selain itu, tarian tersebut menurut Butet menggambarkan kegembiraan.
"Lucu, jenaka, gitu, jadi gerakan-gerakannya itu komikal," tutur Butet dalam program Apa Kabar Indonesia, yang ditayangkan di kanal YouTube tvOneNews pada Rabu (10/3/2021) malam.
Baca juga: Ingat Neno Warisman? Kini Disuruh Minta Maaf Oleh Sosok Ini Gegera Anies Baswedan, Kenapa?
Baca juga: Anggota DPR RI, Ratu Wulla Minta Tim Covid-19 SBD Bersikap Tegas, Tak Buka Ruang Polemik Warga
Baca juga: Terungkap, Inilah 3 Alasan Utama China Mati-matian Klaim Laut China Selatan, Bikin Syok, Apa?
Baca juga: Demi Cegah Covid19 Menyebar di Negaranya, Timor Leste Nekat Lakukan Hal Ini Tapi Efektif, Apa Itu?
Ketika ditanya pembawa acara, apakah ada makna lain selain atas pemilihan Petruk sebagai karakter penyambut Jokowi, Butet kemudian menjelaskan.
Menurut Butet, ada beberapa kesamaan antara Jokowi dengan tokoh Petruk, terutama soal kedekatan dengan rakyat kecil.
"Ya pertama Petruk itu kan, satu, Punakawan ya dalam khazanah dunia pewayangan. Lucu, dan Pak Jokowi kan juga sering dimaknai sebagai Petruk, rakyat kecil, punya komitmen untuk berjuang mensejahterakan kehidupan ini," terang Butet
"Jadi paslah karakter dari tokoh Punakawan ini, orang biasa yang suatu hari punya kesempatan untuk memimpin," terang Butet.
Pembawa acara kemudian menyinggung soal sikap sebagian warganet yang merepresentasikan Petruk dengan Pinokio, sosok yang hidungnya berubah menjadi panjang ketika berbohong.
Butet pun mempersilakan siapa pun membuat menilai atau merepresentasikan tarian Petruk Divansin yang dipertontonkan saat penyambutan presiden Jokowi itu.
"Boleh boleh saja, mau diinterpretasikan apa saja. Kalau Petruk, faktanya memang hidungnya panjang. Itulah seni. Seni itu multitafsir," imbuhnya.