Breaking News:

Salam Pos Kupang

Terang Benderang Tanpa Listrik

KANTOR Dinas Perhubungan Kota Kupang disegel sejumlah pegawainya sendiri, Senin (8/3/2021)

Terang Benderang Tanpa Listrik
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KANTOR Dinas Perhubungan Kota Kupang disegel sejumlah pegawainya sendiri, Senin (8/3/2021). Pemicunya, aliran listrik padam dalam beberapa hari terakhir sehingga pegawai tidak bisa bekerja.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadius Mere, telah memastikan segel telah dibuka dan layanan publik kembali normal.

Ia mengakui listrik padam sejak Jumat dan sudah dibayar Senin. Sesungguhnya, kabar Kantor OPD belum bayar atau menunggak tagihan rekening listrik bahkan hingga diputus PLN bukan barang baru lagi. Januari 2019 misalnya, aliran listrik di 7 Kantor OPD Pemkab Kupang terpaksa diputus PLN.

Baca juga: Legalitas, Formalitas, dan Realitas (Di Balik kisah Partai Demokrat)

PLN mengambil langkah tegas setelah kantor-kantor tersebut menunggak pembayaran listrik selama 2 bulan.

7 Kantor OPD adalah Disperindak, Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pendapatan Daerah dan PPKAD. Pada Oktober 2020, giliran Kantor DPRD Ende yang diputus PLN karena telat melunasi rekening tagihan listrik di April dan Oktober.

Baca juga: Beberapa Hal Yang Wajib Dilakukan Suami Saat Istri Depresi Menjelang Melahirkan

Bahkah sekelas Kantor Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, juga diputus pada 22 Desember 2019 karena masalah yang sama. Keterlambatan anggaran menjadi alasan klasik. Mengingat urgensi listrik bagi aktivitas operasional, sejatinya masalah tunggakan listrik jadi atensi penting.

Apalagi saat ini, nyaris seluruh layanan berbasis komputerisasi dan online. Bisa dipastikan, ketiadaan aliran listrik akan menyebabkan pelayanan lumpuh total. Itu artinya ada layanan publik yang terganggu. Masyarakat tidak bisa dilayani dengan baik.

Apalagi Dinas Perhubungan Kota Kupang memiliki peran signifikan dalam pengelolaan retribusi parkir yang menyumbang langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Besarnya peluang dari sektor perparkiran, rupanya tidak berbanding lurus dengan konstribusi rekribusi parkir terhadap PAD. Target PAD 2018-2019 untuk retribusi parkir umum Rp 1,65 miliar yang tercapai Rp 1,591 miliar dan parkir khusus dari target Rp 600 juta realisasi Rp 503 juta.

Padahal tahun 2013 saja, dari hasil penelitian yang dilakukan Balitbang Kota Kupang tentang Potensi PAD Melalui Penerimaan Retribusi Parkir Di Kota Kupang mencapai Rp 3,4 miliar. Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pernah dibuat geram. Beberapa pejabat Dishub dinonjobkan hingga ancaman pemecatan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jefri melihat ada indikasi ada yang tidak menyetorkan hasil pungutan parkir ke bank, di luar tidak mematuhi instruksi pimpinan. “Saya juga menemukan indikasi banyak pungutan parkir seharusnya masuk ke dalam pendapatan pemerintah kota, ternyata tindakannya masif dan adanya indikasi korupsi. Jika kita sudah tahu maka tak bisa ditolerir," tegas Jefri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadius Mere, dalam sebuah wawancara ekslusif dengan Pos Kupang, punya cita-cita mulia untuk mendorong kinerja Dinas Perhubungan Kota Kupang menjadi lebih baik.

Sebulan pasca dilantik sebagai kepala dinas, Bernadius Mere menekankan bahwa layanan publik di kantornya harus terang benderang. "Saya berupaya bawa lampu, supaya staf saya juga sama-sama terang," ujarnya.

Semoga tidak ada lagi listrik padam berhari-hari di Dinas Perhubungan Kota Kupang. Ini penting agar terang benderang tak semata analog pembinaan pegawai dan cita-cita untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Namun juga menjamin keberlangsungan layanan publik yang lebih apik. Di luar itu, semoga tidak ada persoalan internal organisasi, yang eksesnya bisa menghambat pencapaian kinerja Dinas Perhubungan Kota Kupang di tahun ini. Dus masalah klasik nunggak listrik jadi pelajaran berharga bagi seluruh OPD lainnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved