Breaking News:

Salam Pos Kupang

Transportasi Masih Compang-Camping

Pemprov NTT yang mulai tahun ini mendapatkan gelontoran dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur ( PT SMI)

Transportasi Masih Compang-Camping
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KABAR baik kita dapatkan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) yang mulai tahun ini mendapatkan gelontoran dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur ( PT SMI).

Perusahaan ini telah mencairkan dana pinjaman yang tak kecil untuk pembangunan berbagai infrastruktur di daerah ini. Nilainya fantastis, yakni sebesar Rp 1,007 triliun. Dana ini menggunakan skema pemulihan ekonomi nasional ( PEN).

Peruntukannya jelas. Yang utama adalah memperbaiki infrastruktur jalan provinsi sepanjang 500 kilometer di 22 kabupaten/kota di NTT. Sesuai rencana, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maksi Nenabu, 500 kilometer panjang jalan ini tuntas pada tahun anggaran 2021.

Penerima BPUM Jangan Tunda Pencairan

Kabar ini sungguh menguatkan. Menyenangkan hati warga penghuni Flobamora ini. Sebab masalah fundamental yang dihadapi masyarakat dan menjadi satu di antara ketertinggalan daerah ini adalah akses transportasi yang masih compang-camping. Sarana jalan merupakan penghubung kota dan desa. Jalan merupakan sumbu yang dapat menjadi penerang ekonomi masyarakat.

Dengan akses jalan yang bagus diikuti pemeliharaan rutin, maka tugas kita untuk memajukan masyarakat sudah lebih dari cukup. Pisang, umbi-umbian dan hasil pertanian lain serta komoditi pertanian yang relatif cukup banyak di kampung-kampung di seantero negeri kecil ini dapat terangkut ke pasar.

Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pendidikan dan Pembelajaran

Harganya menjadi nyata ketika sudah didistribusi ke konsumen di kota atau di desa lainnya.

Inilah komitmen yang telah tertanam kuat di hati Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi. Apa yang menjadi tema utama kampanye keduanya ketika tiga tahun lalu mengikrarkan janji untuk membangun tanah ini, mulai menyata.

Bila ruas jalan sudah baik tak serta-merta menjadikan masyarakat di sini pukul dada sembari mengatakan hidupnya telah bebas dari kemiskinan yang seakan menjadi ikon dari waktu ke waktu. Butuh motivasi diri.

Butuh perjuangan yang lebih ulet lagi. Mental untuk surfive harus ditinggikan, dipacu untuk lebih kencang lagi dalam diversifikasi usaha.

Selama ini kita masih berpikir menanam hanya untuk kebutuhan domestik. Kebutuhan 'kampung tengah' rumah tangga kita tanpa merencanakan untuk bisnis.

Negeri ini membutuhkan para pengusaha untuk mendorong pertumbuhan. Toh, kita tak boleh terperangkat dengan model usaha yang bagaimana? Bertani itu usaha yang tak pernah mati.

Sudah tak zamannya lagi kita berpikir cukup untuk makan. Jika lintasan pikiran masih seperti ini, kita tak akan maju-maju. Kita cuma berjalan di tempat. Kita tak maju dari sisi ekonomi.

Gubernur Viktor berulangkali mengatakan bahwa pikiran besar, pikiran prospektif, pikiran futuristik patut menjadi bagian dari pengelanaan hidup kita di bumi ini. Jika kita tak sukses di bumi, Gubernur Viktor mengatakan kita tak akan masuk di Surga. Kita akan menjadi penghuni neraka jahanam.

Suport ini memang luar biasa. Kita tak boleh diam di tempat sembari menadahkan tangan kita lagi. Membangun martabat kita merupakan nilai (value) penting agar kita tak dilihat lagi dengan sebelah mata. Kita akan semakin diperhtungkan dalam berbagai skala kehidupan. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved