Berita NTT Terkini
Kerusakan Saluran Irigasi Wae Cincer BPBD Manggarai Belum Terima Laporan dari Desa Bangka Ara
Kerusakan saluran irigasi Wae Cincer BPBD Manggarai belum terima laporan dari Desa Bangka Ara
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Kerusakan saluran irigasi Wae Cincer BPBD Manggarai belum terima laporan dari Desa Bangka Ara
POS-KUPANG.COM | RUTENG---Akibat hujan terus menerus beberapa bulan terakhir mengakibatkan terjadi bencana alam tanah longsor di wilayah Wae Cincer, Desa Bangka Ara, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.
Tanah longsor itu menghantam dan menjebolkan saluran irigasi Wae Cincer di Desa Bangka Ara. Akibat jebolnya Saluran irigasi itu, lahan persawahan seluas 25 hektar milik 50 kepala keluarga (KK) terancam gagal tanam dan gagal panen, sebab lahan persawahan padi itu mendapat pengairan dari saluran irigasi itu.
• BPBD Manggarai Beri Bantuan Tanggap Darurat Untuk Korban Rumah Terbakar Api di Reo
Terkait dengan kerusakan saluran irigasi itu, Pihak Badan Penanggulanan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai belum mendapatkan laporan resmi dari Pemerintah Desa Bangka Ara.
"Belum ada laporan resmi dari Kepala Desa setempat, mohon kepala desanya secepatnya memberikan laporan untuk Tim Teknik cepat menganalisa jenis kebutuhan penanganan bencana alam,"ungkap Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Liber Habut, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (8/3/2021).
• Pemkab Malaka Lanjutkan Penyelesaian Ruas Jalan yang Tertunggak
Namun terkait bencana alam tanah longsor yang menjebolkan saluran irigasi tersebut, kata Liber, pihaknya sudah menyampaikan ke Camat Cibal Barat agar kepala Desa Bangka Ara secepatnya membuat laporan resmi terkait bencana itu supaya segera ditindaklanjuti.
"sudah disampaikan ke pak Camat Cibal Barat agar kepala Desa yang mengalanmi kejadian bencana secepatnya memberikan laporannya,"ungkap Liber.
Terkait kerusakan saluran irigasi ini, Camat Cibal Barat Karolus Mance bersama unsur Forkopimcam, Kepala Desa Bangka Ara, Tua Gendang dan Pengurus P3A juga sudah menelusuri saluran irigasi Wae Cincer demi meninjau kerusakan irigasi tersebut, Minggu (7/3/2021).
Camat Cibal Barat Karolus Mance, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (8/3/2021) mengatakan, dari hasil pantauan panjang kerusakan Saluran irigasi itu dengan total mencapai 50 meter.
Dikatakan Camat Karolus, terkait kerusakan itu masyarakat siap melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran irigasi. Namun ada satu titik yang panjangnya kurang lebih 20 meter tidak bisa perbaiki karena kondisinya terjal dan berbatuan untuk penanganan darurat dibutuhkan pipa 10 dim tiga lapis dengan panjang pipa 30 meter untuk Talang.
"Ini uang sulit dikerjakan secara manual dan dibangun kembali, kalau sebagianya masyarakat siap kerja gotong royong untuk memperbaikinya," ungkap Camat Karolus.
Camat Karolus juga mengatakan, akibat kerusakan saluran irigasi itu sekitar 25 hektar lahan sawah milik 50 KK petani sawah setempat terancam gagal tanam dan juga terancam gagal panen.
Untuk mengatasi masalah ini, kata Camat Karolus, pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera melakukan penanganan darurat berupa perbaikan saluran yang rusak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kerusakan-saluran-irigasi-wae-cincer-bpbd-manggarai-belum-terima-laporan-dari-desa-bangka-ara.jpg)