Berita NTT Terkini
Pemkab Malaka Lanjutkan Penyelesaian Ruas Jalan yang Tertunggak
Pemkab Malaka melalui Dinas PUPR dalam tahun 2021 ini akan melanjutkan penyelesaian dua ruas jalan yang masih tertunggak
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM |BETUN--Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) melalui Dinas PUPR dalam tahun 2021 ini akan melanjutkan penyelesaian dua ruas jalan yang masih tertunggak pengerjaannya akibat pandemi Covid-19.
Dinas bersangkutan melakukan lelang perencanaan bagi dua paket pekerjaan DAK 2021 yakni Paket Pengerjaan Hotmix ruas Jalan Bolan - Motadikin di Kecamatan Malaka Tengah dan Paket Pengerjaan ruas jalan Wekeke -Bo'en di Kecamatan Rinhat.
Kadis PUPR Kabupaten Malaka, Ir. Yohanes Nahak menyampaikan ini melalui Kabid Bina Marga, Lorens Haba di ruang kerjanya, Senin (8/3/2021).
• Prajurit Yonarmed 6/3 Kostrad Sambangi Tokoh Gereja
Dijelaskan Lorens Haba, Paket pengerjaan jalan hotmix di Bolan - Motadikin sepanjang 3,250 kilometer dengan nilai kontrak Rp 9,8 Miliar dan Ruas jalan Wekeke -Bo'en dengan total anggaran Rp 4 Miliar.
"Sejatinya dua ruas jalan itu sudah tuntas dikerjakan tapi karena pandemi covid-19 makanya tertunda. Seluruh anggaran dialihkan ke penanganan covid waktu itu. Tapi di 2021 ini kita sudah naikkan ke ULP Malaka untuk dilakukan pelelangan perencanaan supaya dilanjutkan dengan pengerjaan fisik di lapangan," jelas Lorens.
• Dandim 1618 Bangun Komunikasi Sosial dan Sinergitas dengan Kajari TTU
Dikatakannya, sesuai informasi dari Pemerintah terkait persiapan dinas teknis untuk segera mengeksekusi dana DAK maka Dinas PUPR Malaka bidang Bina Marga akan mengajukan dua buah pengerjaan jalan hotmix di Kabupaten Malaka yang bersumber dari dana DAK tahun 2021.
Ditambahkannya, berbagai persiapan sudah dilakukan dan diharapkan dalam waktu dekat ini sudah bisa dinaikkan ke ULP untuk dilelang perencanaannya.
" Kita optimis pekerjaan ini bisa dikerjakan sesuai rencana dan alokasi waktu yang disediakan sesuai harapan pemerintah pusat. Inipun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjawabi harapan warga Malaka," tambahnya.
Terkait realisasi anggaran yang bersumber dari dana APBD Malaka 2021, Kabid Lorens mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk segera dilakukan pelelangan di ULP.
" Untuk dana APBD kita optimis bisa melakukan penyerapan secara optimal karena waktu yang tersedia cukup panjang sehingga dinas teknis dapat menyiapkannya secara baik untuk dilakukan pelelangan di ULP," jelas Lorens.
Lorens mengaku bahwa lompatan percepatan pekerjaan fisik yang selama lima tahun dilakukan adalah karena kesepakatan dengan pihak ketiga dikerjakan tahun pertama dibayar 1/3 persen.
"Pola ini kita sudah buktikan saat pengerjaan jalan di Besikama dan Io Kufeu dan rakyat sudah gunakan. Ruas jalannya dihotmix," jelasnya.
Dia merinci untuk tahun 2021 ini untuk jalan kabupaten dari DAU untuk jalan Balibo-Raimea sepanjang 10 kilometer lapen. Juga ruas jalan Fatuaruin-Koka-Fatuknutu sepanjang 5 kilometer. Inipun dikerjakan menggunakan pola kerjasama pihak ketiga.
"Ini yang pak bupati Malaka, Stefanus Bria Seran waktu masih menjabat menerapkan pola ini untuk membuka isolasi daerah untuk infrastruktur jalan," kata Lorens.
Menurutnya, perhatian infrastruktur jalan dengan pola kerjasama ini untuk percepatan warga menikmati akses jalan yang baik. Alasan mengapa perkantoran belum bisa dibangun karena belum menjadi skala prioritas.
"Daerah baru seperti Malaka ini langkah paling utama adalah buka isolasi daerah dulu. Jalan itu urat nadi sehingga buka isolasi dari desa ke kota. Akses jalan ke kota agar roda ekonomi jalan. Kalau sudah lancar maka bidang lain akan mengikuti dengan sendirinya," pungkas Lorens. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kabid-bina-marga-lorens-haba.jpg)