Breaking News:

PT. SMI Cairkan Pinjaman Pemprov NTT Untuk Bangun 16 Paket Jalan Provinsi

PT SMI telah mencairkan sebesar Rp 27 miliar dan telah ditransfer ke kas daerah pada Rabu, 3 Maret 2021 kemarin. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Dok Istimewa 
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan penandatanganan akta pencairan pinjaman bersama  Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad di depan notaris di jakarta, Jumat (5/3) siang.  

PT. SMI Cairkan Pinjaman Pemprov NTT Untuk Bangun 16 Paket Jalan Provinsi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Manajemen PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mulai mencairkan pinjaman daerah yang diajukan Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun 16 paket ruas (paket) jalan provinsi untuk tahun anggaran 2020. 

Pencairan tahap pertama (uang muka) tersebut ditandai dengan penandatangan akta pencairan pinjaman daerah tahun 2020 antara Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat atas nama Pemprov NTT dan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad di depan notaris di jakarta, Jumat (5/3) siang. 

Penandatanganan akta pencairan tersebut disaksikan Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Zakarias Moruk, Kepala Dinas PUPR NTT, Maksi Nenabu dan Kabid Bina Marga Dinas PUPR NTT, Adi Mboeik.

Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Zakarias Moruk menjelaskan, untuk tahap pertama, PT SMI telah mencairkan sebesar Rp 27 miliar dan telah ditransfer ke kas daerah pada Rabu, 3 Maret 2021 kemarin. 

Zakarias Moruk mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada dinas teknis yakni PUPR untuk memproses pencairan ke masing masing penyedia atau pihak ketiga. 

"Puji Tuhan, dana tahap pertama sudah ditransfer ke masing masing penyedia atau pihak ketiga," kata Zakarias melalui sambungan telepon dari Jakarta.

Ia menjelaskan, sesuai kesepakatan perjanjian antara Pemprov NTT dan PT SMI, dana yang disalurkan tidak boleh lebih dari 2 hari berada di kas umum daerah.

Untuk pencairan tahap kedua, kata Zakarias Moruk, Pemprov NTT mendorong para penyedia agar segera menyelesaikan sisa pekerjaan sehingga dapat dilakukan proses pencairannya pada April hingga Mei mendatang. 

Ia mengakui keterlambatan pencairan tahap pertama disebabkan karena banyaknya daerah yang mengajukan pinjaman ke PT SMI.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved