Breaking News:

Berita NTT Terkini

Marsel Robot: Pluralitas Warga Sebabkan Tergerusnya Bahasa Daerah

Pakar Bahasa Undana Kupang Marsel Robot: pluralitas warga sebabkan tergerusnya Bahasa Daerah

Editor: Kanis Jehola
Marsel Robot: Pluralitas Warga Sebabkan Tergerusnya Bahasa Daerah
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Dosen dan pakar bahasa dari universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si

Pakar Bahasa Undana Kupang Marsel Robot: pluralitas warga sebabkan tergerusnya Bahasa Daerah

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur ( NTT) terancam punah akibat pluralitas dan rendahnya pelestarian.

Bahasa, dalam hal ini bahasa daerah, seharusnya menjadi ungkapan moralitas tiap warga negara, termaksud masyarakat NTT yang kini secara wajar telah di hegemoni bahasa Indonesia.

Ungkapan ini disampaikan dosen dan pakar bahasa dari universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Marsel Robot, M.Si, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/3/2021).

30 Hektar Lahan di Tanaraing Masih Tidur Ini Ajakan Kodim 1601 Sumba Timur

Ia mencontohkan, ketika dua orang warga NTT dari dua daerah berbeda melakukan perkawinan tentu akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian. Hal ini berarti, dua bahasa daerah secara tidak sadar sedang di hancurkan.

Menurut Marsel, tingkat pluralitas memaksa masyarakat agar menggunakan bahasa Indonesia yang secara tidak langsung juga menyebabkan kepunahan dari bahasa daerah itu sendiri.

Manggarai Timur Catat Kasus Pertama Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Ia juga mengakui, belum adanya usaha perawatan secara intensif juga mengakibatkan tergerusnya bahasa daerah. Padahal, kata Marsel, terdapat program dasar bahasa dan sastra Indonesia yang berada di beberapa kampus di NTT yang seharusnya dapat di manfaatkan oleh mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang bahasa daerah agar tetap eksis.

Hilangnya bahasa daerah ini juga disebabkan oleh perubahan-perubahan melalui budaya modern, juga ritual-ritual yang mulai menggunakan bahasa Indonesia.

"Sudah sangat sulit dia (bahasa daerah) bertahan" sambungnya.

Sifat bahasa daerah juga, dianggap sebagai penghambat dalam menunjukan kepribadian seseorang. Di sisi lain, ragamnya bahasa daerah di tiap wilayah, mestinya dibarengi dengan pelestarian yang alot.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved