Berita NTT Terkini
30 Hektar Lahan di Tanaraing Masih 'Tidur' Ini Ajakan Kodim 1601 Sumba Timur
Sebanyak 30 hektar lahan di Tanaraing masih 'tidur' ini ajakan Kodim 1601 Sumba Timur kepada Kelompok Tani
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 30 hektar lahan di Tanaraing masih 'tidur' ini ajakan Kodim 1601 Sumba Timur kepada Kelompok Tani.
Kodim 1601 Sumba Timur mengajak kelompok tani ( Poktan) Kale ie yang ada di Tanaraing, Kecamatan Rindi , Kabupaten Sumba Timur agar memanfaatkan lahan tidur yang di wilayah setempat untuk bercocok tanam. Lahan tidur yang ada di wilayah itu sekitar 30 hektar.
Hal ini disampaikan Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto,S.E, M.I. Pol , Jumat (5/3/2021).
• Manajer PLN Bajawa Silaturahmi dengan Bupati dan Wabub Ngada yang Baru
Menurut Dwi, Kodim 1601 Sumba Timur bersama Poktan Kale ie yang berada di Tanaraing mengolah lahan tidur di wilayah itu untuk bercocok tanam. Lahan tidur yang ada sekitar 30 hektar.
"Jadi kami bersama Poktan Kale ie di Tanaraing, manfaatkan lahan tidur yang ada untuk menanam padi. Padi yang dibudidayakan adalah padi verietas unggul," kata Dwi.
Dijelaskan, selain memanfaatkan varietas unggul, pihaknya juga bersama Poktan Kale ie mengatur pola tanam di areal setempat.
• Manggarai Timur Catat Kasus Pertama Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia
Lebih lanjut dikatakan, lahan tidur yang ada itu selama ini tidak digarap akibat ketiadaan modal.
"Lahan itu akan di kelola dengan padi Varietas unggul dan pola tanam yang berbeda dari kebiasaan warga di Sumba Timur. Pola tanam akan menggunakan teknik dan metoda yang tepat sehingga hasilnya dalam 1 ha dapat mencapai lebih dari 9 ton gabah," jelas Dwi.
Dikatakan, program tersebut menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangka peduli prajurit kepada masyarakat.
Terkait pembagian hasil, Dwi mengatakan, pembagian hasil nantinya adalah 60 persen akan di berikan kepada Poktan Kale ie Tanaraing, sehingga ke depan Poktan ini dapat secara mandiri mengolah lahan tidur.
Sedangkan yang 40 persen akan digunakan sebagai modal awal bagi poktan lainnya yang lahannya masih belum diolah.
"Dengan demikian sedikit demi sedikit sektor pertanian mulai menggeliat dan menjadi salah satu komoditi unggulan di Sumba Timur, selain perikanan dan peternakan," ujarnya.
Dwi mengakui, modal awal yang berasal dari Kodim 1601 Sumba Timur ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
"Modal tersebut harapannya dapat menjadi rangsangan kepada Dinas Pertanian maupun Pemda Sumba Timur, agar mulai mengolah lahan pertanian secara optimal," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)