Sabtu, 25 April 2026

Viral di Media Sosial

Heboh, Cairan Merah Mirip Darah Keluar dari dalam Tanah, Begini Tanggapan Ahli UGM Jogja

Heboh, Cairan Merah Mirip Darah Keluar dari dalam Tanah, Begini Tanggapan Ahli Universitas Gajah Mada Jogja

Editor: Gordy Donofan
Istimewa
Heboh, Cairan Merah Mirip Darah Keluar dari dalam Tanah 

Heboh, Cairan Merah Mirip Darah Keluar dari dalam Tanah, Begini Tanggapan Ahli Universitas Gajah Mada Jogja

POS-KUPANG.COM -- Heboh, Cairan Merah Mirip Darah Keluar dari dalam Tanah, Begini Tanggapan Ahli Universitas Gajah Mada Jogja.

Ahli Geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Eko Haryono memberikan pendapatnya terkait misteri carian mirip darah yang keluar dari dalam tanah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

RAMALAN 12 SHIO Besok Sabtu 6 Maret 2021, 2 Shio Diprediksi Kurang Beruntung, Shio Kamu Termasuk?

ZODIAK CINTA BESOK, Ramalan 12 Bintang Sabtu 6 Maret 2021, Scorpio Kesal, Sagitarius Sportif, Leo?

Simak Syarat & Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 13 di www.prakerja.go.id, Harus Siapkan Ini

Seperti diberitakan sebelumnya, warga yang tinggal di Dukuh Sentul RT 3 RW 5, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari dihebohkan dengan kemunculan carian berwarna merah tersebut.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu (3/3/2021) lalu.

Menurut Eko, cairan yang keluar itu mirip seperti cairan pewarna.

Ditambah, dengan ciri-ciri air yang tidak berbau, tidak lengket, dan encer.

"Ya, itu ciri-cirinya seperti pewarna," katanya, Kamis (4/3/2021).

Eko menjelaskan, peneliti Geologi biasa menggunakan pewarna untuk mengidentifikasi sungai bawa tanah.

Pewarna akan dimasukan dari luweng atau ujung sungai, dan akan dibiarkan mengalir mengikuti arus.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui arah dan aliran sungai bawa tanah yang diteliti.

"Namun kejadian di Tawangsari itu keluarnya dipermukaan tanah, ini masih menjadi pertanyaan. Kalau ada yang melakukan penelitian, harusnya air merah itu keluarnya di sungai," jelasnya.

Terkait fenomena langka itu, dia mengatakan diperlukan penelitian lebih lanjut.

Baik dari kondisi dilingkungan sekitarnya, atau ada unsur kesengajaan.

"Kalau disekitar sana ada pabrik, atau aktivitas masyarakat yang menggunakan pewarna, itu mungkin bisa terjadi," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved