Berita NTT Terkini
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto SIK: Kedepankan Restoratif Justice
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto SIK: Kedepankan Restoratif Justice
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto SIK: Kedepankan Restoratif Justice
POS-KUPANG.COM - KABID Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto SIK berkesempatan tampil sembagai pembicara dalam acara Ngobrol Asyik Bersama Pos Kupang, Rabu (3/3/2021) siang.
Kombes Krisna sebelumnya menjabat Wakil Direktur (Wadir) Sabhara Polda NTT. Jauh sebelumnya, menjabat Kapolres Timor Tengah Utara ( TTU).
Ia berbagi pengalaman saat bertugas selama 3,5 tahun di TTU yang dianggapnya penuh dengan tantangan karena berbatasan dengan negara Timor Leste, serta peran kehumasan dalam mendukung implementasi Presisi, program Kapolri Jenderal Listya Sigit Prabowo.
• Surat Yasin 83 Ayat Lengkap dengan Terjemahan, Bacaan Doa Setelah Baca Surat Yasin
Berikut petikan wawancara Pj Manager Liputan Pos Kupang Ferry Jahang dengan Kombes Krisna:
Sebelum menjadi Kabid Humas dan Wadir Sabhara Polda NTT, Anda menjabat Kapolres TTU. Bisa ceritakan suka duka yang dialami?
Selama 3,5 tahun di Polres TTU itu lebih banyak sukanya, karena pada saat kita Sertijab sebagai kapolres, ada sebuah semangat dalam diri bahwa banyak perubahan yang harus dilakukan.
Itu sebuah tantangan dimana di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste juga aspek geografis yang menantang serta kebiasaan masyarakat. Ini yang menjadi tantangan bagi saya untuk melakukan pendekatan dengan seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat sehingga keberadaan polisi akan nampak lebih melindungi mengayomi dan melayani masyarakat.
• Mengejutkan, Israel dan AS Murka, Pengadilan Internasional Selidiki Kejahatan Perang di Palestina?
Tentunya ini akan berkontribusi terhadap terwujudnya situasi Kamtibmas yang selalu terpelihara. Di sana memang wilayahnya cukup luas, namun sebagian besar bisa dilalui dengan jalur darat sehingga seluruh wilayah sudah saya jangkau dan menarik karena kita bisa menggunakan sepeda motor.
Kita bisa berhenti dimana saja dan ngobrol dengan masyarakat dimana saja. Bagi saya ini merupakan suatu hal yang menyenangkan.
Bagaimana tingkat krimanalitas di wilayah perbatasan?
Sangat berpotensi besar, tidak hanya konvensional tetapi juga transnasional. Menjadi tantangan buat kita sehingga saat itu kita betul-betul memberi komitmen kepada anggota, bagaimana pertama-tama harus memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat TTU.
Tidak berpotensi menjadi pelaku dan tidak berpotensi menjadi korban. Kita mencoba untuk membangun zona integritas, saat ini masih dikembangkan, tidak hanya pelayanan terhadap publik tapi juga membuat inovasi yang bisa membuat masyarakat lebih mudah menerima pelayanan. Kita juga berupaya supaya tingkat kriminalitas menurun dan kita tekan bersama masyarakat.
Bagaimana Anda membangun hubungan dengan mitra kepolisian di Oecusse yang menjadi bagian negara Timor Leste?
Secara police to police kita membangunan hubungan yang intens dengan kepolisian di Oecusse, tidak hanya dalam kegiatan resmi atau formal tapi juga informal kita lakukan. Misalnya saja saat kapolres akan ke Dili maka mereka akan mampir ke Wini atau Napan, dan kita makan bersama, ngobrol dan berdiskusi soal Kamtibmas sehingga terjalin hubungan yang baik. Ini salah satu upaya kita mencegah terjadinya tindak pidana di perbatasan.