Sabtu, 9 Mei 2026

Program Food Estate Dilaksanakan Musim Tanam ke 2 

pembentukan kelompok tani dan pemberian pupuk, benih unggul kepada petani yang sementara menggarap sawah. 

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Geraldus Mbulu 

Program Food Estate Dilaksanakan Musim Tanam ke 2 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pelaksanaan program lumbung pangan atau food estate Rotiklot, 
Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu akan dilaksanakan musim tanam kedua (MT2) tahun ini. 

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait program tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Geraldus Mbulu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (2/3/2021). Dikatakannya, pelaksanaan food estate belum bisa dilakukan pada musim pertama (MT1) karena petani sudah lebih awal mengolah lahan. 

"Pelaksanaan diharapkan musim tanam ke kedua. Kita tetap bangun komunikasi dengan kementerian", kata Geraldus.

Lanjutnya, ada beberapa kebutuhan dasar yang perlu dibangun di lokasi food estate diantaranya, saluran primer dan saluran tersier. Sesuai informasi, pemerintah pusat akan mengenjot pembangunan saluran irigasi di tahun ini. 

Meski belum dilaksanakannya program unggulan Jokowi ini, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai persiapan seperti pembentukan kelompok tani dan pemberian pupuk, benih unggul kepada petani yang sementara menggarap sawah. 

Geraldus mengungkapkan sebagai suatu program, pelaksanaan food estate harus dilaksanakan sesuai perencanaan yang bagus, mulai dari pengaturan air, penataan lahan, penanaman, perawatan, panen dan pasca panen. Dari sekian hal ini, pembangunan saluran primer dan tersier merupakan kebutuhan yang segera dilaksanakan sehingga di musim taman kedua sudah eksen lapangan. 

Sebelumnya, petani yang menggarap lahan sawah di lokasi food estate Rotiklot meminta pemerintah agar segera membangun saluran primer dan tersier dari Bendungan Rotiklot menuju persawahan. 

Pasalnya, lokasi persawahan yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak itu merupakan sawah tadahan atau sawah tadah hujan. Petani menggarap sawah hanya pada musim hujan, itupun tidak semua.

Hal ini disampaikan Fransiskus Moruk Loe (50), petani sawah dari Kelompok Tani Cinta Sahabat di Dusun Nera kepada wartawan, Selasa (16/2/2021). Katanya, petani sawah di hamparan Fatuketi itu merupakan sawah tadahan alias sawah tadah hujan. Untuk mengoptimalkan pengelolaan sawah tersebut, mereka mendapat pasokan air irigasi dari Bendungan Rotiklot namun saat ini belum dimanfaatkan.

"Kita harap air dari Bendungan Rotiklot tapi airnya belum alir ke sini. Katanya masih bangun saluran", kata Fransiskus.

Petani lainnya, David Foe meminta kepada pemerintah segera bangun saluran primer sehingga musim tanam kedua tahun ini bisa digarap.

"Ini semua sawah tadahan. Kalau musim kemarau tidak kerja. Kita tunggu hujan saja. Semoga cepat bangun saluran supaya air masuk ke sawah", harap anggota Poktan Satu Hati ini.

Sementara Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke lokaso food estate, Kamis (11/2/2021) mengatakan, pemerintah akan melaksanakan program food estate Rotiklot tahun 2021. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved