Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Edi-Weng, Ini Harapan Ketua Presidium KOPEARAD Mabar
bupati dan wakil bupati Mabar terpilih dapat menjadikan isu radikalisme sebagai satu program penting dalam pembangunan daerah.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Edi-Weng, Ini Harapan Ketua Presidium KOPEARAD Mabar
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Ketua Presidium Komunitas Pemuda Anti Radikal (KOPEARAD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Itho Umar menyampaikan selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mabar, Edistasius Endi dan dr Yulianus Weng (Edi-Weng), Sabtu (27/2/2021).
Edi-Weng dilantik Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat di Aula El Tari Kupang, Jumat (26/2/2021) kemarin.
Itho Umar berharap, bupati dan wakil bupati Mabar terpilih dapat menjadikan isu radikalisme sebagai satu program penting dalam pembangunan daerah.
"KOPEARAD Mabar menaruh harapan penuh kepada pemimpin baru Manggarai Barat, Bapak Edi Endi dan dokter Yulianus Weng yang sudah resmi menakhodai 'perahu layar' Manggarai Barat harus mampu dan kuat serta siap menghadapi persoalan radikalisme yang bisa mengarah ke terorisme," ungkapnya saat ditemui di Labuan Bajo.
Sebagai kabupaten yang memiliki kemajemukan baik dari sisi agama, suku, ras dan adat istiadat, kata Itho, tentu berbagai dinamika akan terjadi di masyarakat.
Menurutnya, dinamika yang sifatnya membangun Manggarai Barat dinilainya sangat bagus, namun jika dinamika yang berindikasi kepada perpecahan, permusuhan dan intoleransi itu harus dicegah.
"Pemimpin baru harus memiliki strategi dan kemampuan lebih untuk mengayomi berbagai elemen seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Selain mengayomi, pemimpin baru juga harus mampu memberikan edukasi dan informasi yang selanjutnya akan dilanjutkan para tokoh kepada umat atau masyarakat," katanya.
Itho Umar berpendapat, kesalahan pemimpin memberikan informasi dan memberi pencerahan bisa berdampak buruk sampai ke masyakarat, karena itu baginya penting bagi pemimpin menjaga komunikasi yang intim baik kepada para tokoh-tokoh agama, maupun kepada stakeholder lainnya di masyarakat untuk memutus mata rantai masuknya paham-paham radikal.
"Selain pentingnya komunikasi, KOPEARAD Mabar meminta kepada pemimpin baru Manggarai Barat untuk membentuk badan atau instansi khusus terkait pencegahan radikalisme dan terorisme. Hal ini Mungkin terkesan mengada-ada namun tak dapat dipungkiri bahwa pesatnya kemajuan Manggarai Barat ke depan memungkinkan hal buruk itu bisa terjadi khususnya dari sisi radikalisme dan terorisme. Ini bentuk upaya pencegahan dini yang dianjurkan," jelasnya.
Menurut Itho Umar, mencegah Radikalisme dan terorisme tentu menjadi perhatian pemerintah Indonesia umumnya dan Manggarai Barat khususnya.
Pencegahan, lanjut Itho Umar, tentu merupakan upaya paling efektif untuk membendung penyebaran radikalisme dan terorisme yang masuk dengan berbagai kedok, terutama kedok ajaran agama.
"Iya kita tahu, bahwa secara geografis,wilayah Labuan Bajo letaknya sangat strategis dan sedang gencar-gencarnya dipromosikan pemerintah sebagai destinasi unggulan pariwasata; di mana akses dan mobilisasi keluar masuk masyarakat sangat tinggi dibanding dengan kota-kota lain di pulau Flores," ujarnya.
• Demokrat NTT Dukung AHY Pecat Kader Pecundang
• Lansia Kota Kupang Akan Segera Terima Vaksin Sinovac
Sebagai pintu masuk yang 'rentan' dengan masuknya berbagai paham radikal yang mengarah ke terorisme, menurut Itho Umar, Pemerintah Kabupaten Mabar sangat membutuhkan pemimpin yang kuat, pemimpin yang mampu dan pemimpin yang siap melakukan teroboson dan pertahanan tangguh menghadapi persoalan ini.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)