Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik, Sabtu 27 Februari 2021: Kesempurnaan Hidup Anak-anak Allah
Hari ini kita mendengarkan Sabda Allah yang memberikan kepada kita suatu wawasan iman tentang kasih yang sejati
Yesus dengan jelas mengatakan bahwa jika kita hanya mampu mengasihi orang yang mengasihi kita, apa beda kita dengan para pemungut cukai yang dianggap pendosa? Toh, mereka pun berbuat hal yang sama kepada orang yang baik terhadap mereka.
Kesempurnaan yang dituntut oleh Yesus bukanlah kemustahilan. Ingat, banyak orang kudus telah membuktikan bahwa perintah untuk mengasihi musuh bukanlah perintah yang mustahil untuk dilakukan.
Melampaui itu semua, Yesus telah lebih dahulu menggenapi apa yang Ia sendiri tuntut dari murid-murid-Nya. Ia mengampuni semua orang yang bersalah kepada-Nya. Bahkan di kayu salib, Ia berdoa bagi mereka semua yang jelas-jelas menganiaya diri-Nya.
Tetapi, tentu saja perintah ini bukanlah perintah yang mudah dilaksanakan selayaknya membalikkan telapak tangan. Hal ini tentu saja sulit, karena setiap orang cenderung akan mempertahankan egoismenya. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Ay. 48).
Di masa Prapaskah ini, kita memeriksa kembali diri kita. Sudah sejauh mana kita menegaskan kesempunaan hidup kita sebagai anak-anak Allah? Sudah sejauh mana kita menjadi pengikut Kristus yang sejati? Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hukum kasih terhadap musuh ini adalah mengampuni.
Mengampuni tidak sama dengan melupakan kesalahan. Kita mengampuni berarti kita bersedia menerima sakit bahwa kita telah dilukai dan dengan ikhlas memutuskan rasa benci kepada orang yang melukai kita.
Ingat, rantai kebencian dan dendam hanya dapat diputuskan dengan pengampunan.
Semoga Tuhan memberkati kita sekalian. Salvete!*