Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Ngada Terpilih Gelar Ritual Adat Ti'i Ka Ebu Nusi

Menjelang pelantikan, bupati dan wakil bupati Kabupaten Ngada Terpilih, Andreas Paru dan Raymundus Bena menggelar ritual adat ti'i ka ebu nusi

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati dan Wakil Bupati Ngada terpilih Andreas Paru dan Raymundus Bena mengikuti ritual adat ti'i ka ebu nusi di Kantor Bupati Ngada, Rabu (24/2/2021). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Menjelang pelantikan, bupati dan wakil bupati Kabupaten Ngada Terpilih, Andreas Paru dan Raymundus Bena menggelar ritual adat ti'i ka ebu nusi (beri makanan leluhur). Kegiatan tersebut digelar di Kantor Bupati Ngada, Rabu (24/2/2021).

Ritual adat ti'i ka ebu nusi merupakan salah satu ritual adat untuk memberikan makan kepada para leluhur yang sudah diwariskan secara turun-temurun oleh orang Ngada.

Tujuan dari ritual adat tersebut sebagai wujud terima kasih yang berlimpah kepada para leluhur yang senantiasa menjaga semua orang yang masih berziara di bumi ini.

TRIBUN WIKI -- Pakai Tenun Sumba, Naik Kuda dan Nikmati Padang Savana di Bukit Wairinding

Selain itu, ritual adat tersebut sebagai wujud untuk meminta restu kepada leluhur untuk pembangunan yang nantinya akan dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Ngada yang baru.

Ritual tersebut ditandai dengan pemotongan seekor babi. Setelah babi di potong, tokoh adat Thomas Gheka melihat hati babi. Hasilnya, hati babi bagus, yang artinya para leluhur merestui kedua pemimpin tersebut untuk melanjutkan proses pembangunan yang nantinya akan dilakukan di Kabupaten Ngada.

ZODIAK CINTA HARI INI, Ramalan 12 Bintang 26 Februari 2021, Pisces Beruntung, Aquarius Jatuh Cinta

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Pos Kupang, turut hadir dalam ritual tersebut, Plh Bupati Ngada Theodosius Yosefus Nono, Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, dan tokoh adat setempat Thomas Gheka.

Tokoh adat, Thomas Gheka mengatakan, dalam memimpin kabupaten Ngada ini, Andreas Paru dan Raymundus Bena harus dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

"Artinya melanjutkan apa yang sudah dibuat, tentunya hal-hal yang baik harus dilanjutkan oleh Bapak Ande dan Bapak Ray," ujarnya.

Selain itu, kata Thomas kedua pemimpin harus merangkul semua elemen masyarakat dengan tidak memisah-misahkan masyarakat. Hal itu termasuk nantinya dalam penataan birokrasi.

"Jangan sampai ada pilih kasih, kemudian menempatkan pembantu pembantu yang profesional yang bisa membantu mereka dalam upaya membangun Ngada ini," ungkapnya.

Dijelaskannya, upacara tersebut memang bisa dilakukan oleh siapa saja di rumah adat masing-masing. Namun karena skopnya sudah lebih besar maka ritual dilaksanakan di Kantor Bupati sebagai rumah besarnya orang Ngada.

"Sehingga kedua pemimpin yang dituakan di daerah tersebut wajib memberi makan terlebih dahulu kepada tanah yang didiami oleh rumah pokok ini," ujarnya.

Terpantau, ritual adat ti'i ka ebu nusi tersebut diakhiri dengan acara makan malam bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada Terpilih Andreas Paru dan Raymundus Bena. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved