Rabu, 13 Mei 2026

Berita NTT Terbaru

Independen Coffee Shop, Kreativitas Pebisnis Muda NTT 

membedakan nanti adalah latte art, jadi aku udah tekankan kepada teman - teman di operasional juga, bahwa setiap kopi atau minuman yang keluar dari in

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Owner Independen Coffee Shop, Merlisia /SELASA/23/02/2031 

Independen sendiri menyasar berbagai kalangan mulai dari remaja usia 16 tahun hingga orang kantoran dengan usia 35 tahunan.

"Karena kemarin aku perhatiin itu anak SMA ada, orang kantoran juga ada. Karena lokasi kita juga lumayan strategis, dekat dengan kantor Gubernur, kantor BI, dekat dengan mall juga jadi lalulintasnya memang lumayan bagus," kata Merli.

Independen sendiri berada di Jalan Frans Seda nomor 16, di parkiran bank Christa Jaya, diatas Kedai Kopi Kulo yang juga milik Merli. Kemuculan Independen ini sendiri, kata Merli, adalah untuk melengkapi apa yang sudah ada yakni Kopi Kulo.

Jika Kopi Kulo menyediakan minuman dingin, Independen menyediakan yang panas dengan harga yang terjangkau.

"Untuk semua kalangan karena kita counting pricenya dari Rp. 10.000 dan paling mahal itu di Rp. 25.000. Kopi kayak cappuccino latte cuma Rp. 23.000. Nanti kita keluarin menu - menu dingin juga, ice drink itu belasan ribu," ujar Merli.

Dijelaskan Merli, bahan baku yang digunakan juga berasal dari NTT. 

"Saya komitmen untuk paling tidak, kita ada beans yang dari NTT dan juga kita pakai gula juga harus dari NTT, gula semut," ungkapnya.

Meskipun sempat terkendala karena PSBB, Merli bertekad untuk melakukan marketing campaign secara online sehingga tidak harus menimbulkan kerumunan.

Untuk itu, Merli bekerjasama dengan 30 sampai 40-an influencer yang ada di Kota Kupang.

"Kita suruh mereka bantuin post semacam bikin penasaran teman - teman di Kupang jadi marketingnyapun via online," jelas Merli.

"Kita sekarang fokusnya jualan take away saja dan puji Tuhan meskipun take away, kita masih lumayan untuk penjualannya karena marketing campaign kemarin lumayan berhasil jadi brand awarnessnya udah dibangun," tambahnya.

Lanjut Merli, belajar dari brand - brand di luar NTT untuk fokus ke sosial media karena disosial media lebih murah jika dibandingkan dengan memasang billboard, iklan di tv yang mebelan biaya lebih mahal.

"Ini salah satu yang mau aku fokuskan di brand aku, disosial media yaitu instagram, dibikin feed yang cantik, yang bagus dan setiap hari juga kita harus post sesuatu di Instagram kita biar ada engagement dengan customer jadi nggak cuma kuat dalam segi rasa produk kita, tetapi marketing melalui sosial media sekarang menurut saya sangat penting," beber Merli.

"Brand - brand yang baru mau launching saya sangat menyarankan kita boleh investasi disosial media. Sekarang sih Instagram, untuk jangka panjang, aku melihat instagram harus benar - benar dikelola," jelasnya.

Selama membangun usaha, diakui Merli, hal yang menjadi kendala adalah sumber daya manusia (SDM).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved