Breaking News:

Salam Pos Kupang

Menyoal Kekosongan Wakil Bupati Ende

Minggu, 7 April 2019, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melantik Ir. Marsel Petu dan Drs. Djafar Achmad sebagi Bupati dan Wakil Bupati Ende

Menyoal Kekosongan Wakil Bupati Ende
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Minggu, 7 April 2019, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melantik Ir. Marsel Petu dan Drs. Djafar Achmad sebagi Bupati dan Wakil Bupati Ende periode 2019-2023.

Keduanya merupakan pasangan incumbent yang memenangkan Pilkada di kabupaten danau tiga warna itu. Pada periode sebelumnya kedua pimpinan tertinggi di Kabupaten Ende itu dilantik Gubernur, Frans Lebu Raya pada 7 April 2014.

Selang sebulan lebih memimpin Ende pada periode kedua, tepatnya 26 Mei 2019, Bupati Marsel Petu meninggal dunia di RS Siloam Kupang.

EKONOMI NINJA

Dengan meninggalnya Marsel Petu jelas jabatan Bupati Ende kosong dan secara aturan Wakil Bupati, Djafar Achmad yang menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan hingga dilantik menjabat Bupati Ende pada Minggu, 8 September 2019. Dan, sejak itu posisi Wakil Bupati Ende lowong hingga saat ini.

Namun secara politik kekosongan kursi wakil kepala daerah merugikan partai politik pengusungnya. Jika dilihat dari urgensi pelayanan kepada masyarakat maka perlu kesosongan itu segera diisi.

Pemkot Kupang Berencana Refocusing Anggaran Covid-19 Ini Penjelasan Truice Balina Oey

Dalam UU No. 5 Tahun 1974, wakil kepala daerah sifatnya membantu kepala daerah dan apa yang akan dilakukan oleh wakil kepala daerah berdasarkan
pedoman ketentuan Menteri Dalam Negeri.

Dari ketentuan UU No. 22 Tahun 1999, menunjukkan bahwa posisi wakil kepala daerah lemah, tugas dari wakil kepala daerah tergantung dari tugas yang diberikan kepala daerah. Sehingga jika kepala daerah tidak meminta bantuan kepada wakilnya maka wakil kepala daerah tidak fungsional.

Untuk Wakil Bupati Ende yang masih lowong perlu didiskusikan secara baik antara partai pengusung dengan Bupati Djafar Achmad. Figur yang diusulkan minimal harus bisa bekerjasama dengan bupati.

Untuk itu figurnya harus disetujui bupati baru diusulkan partai koalisi ke DPRD agar disetujui secara politik untuk diangkat menjadi wakil bupati.

Partai Golkar sebagai pengusung Marsel Petu telah mengajukan dua figur yakni Hery Wadhi dan Dominggus Minggu Mere. Sedangkan Nasdem yang juga mengusung Marsel Petu-Djafar Achmad juga akan mengusulkan kadernya.

Nasdem mengusung kadernya, Erikos Emanuel Rede. Jika demikian antara Golkar dan Nasdem perlu duduk bersama mendiskusikan figur yang pantas untuk mendampingi Djafar Achmad sebagai wakil bupati.

Terlepas siapa yang akan diusul dan kapan prosesnya berlangsung, kondisi Kabupaten Ende yang luas membutuhkan wakil bupati agar memperlancar pelayanan pemerintahan dan pembangunan.

Apalagi Kabupaten Ende masuk dalam daerah yang pilkadanya baru berlangsung 2024, berarti masih ada sisa waktu tiga tahun lebih, rentang waktu yang cukup untuk sebuah pelayanan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved