Berita Nagekeo Terkini

Bayi di Boawae Nagekeo Miliki Gangguan Jantung, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya untuk Operasi

Bayi di Boawae Nagekeo Alami Gangguan Jantung, Orang Tua Tak Punya Biaya, Butuh Bantuan Dana untuk Biaya Operasi

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Gordy Donofan
Istimewa
Orang Tua Bayi:Bernadinus Mosa Kio dan Maria Yasinta Ugha saat menggendong bayi Kristiana di RSD Aeramo Kabupaten Nagekeo, Senin (22/2/2021). 

Bayi di Boawae Nagekeo Alami Gangguan Jantung, Orang Tua Tak Punya Biaya, Butuh Bantuan Dana untuk Biaya Operasi

POS-KUPANG.COM -- Seorang bayi berjenis kelamin perempuan berusia dua bulan di Nagekeo mengalami gangguan jantung sejak lahir.

Bayi itu bernama Kristiana Gaudensia Coo Pui. 

Kapolri Keluarkan SE Terkait UU ITE, Ini Pedoman Yang Harus Diperhatikan Seluruh Personel, Apa Saja?

Tampil Cantik Pakai Hijab, Amanda Manopo Banjir Pujian, Netizen: Masya Allah Cantiknya

Ternyata Tuan Guru Bajang Beda Pandangan dengan Riziq Shihab, Soal Apa?

Saat ini sangan membutuhkan uluran tangan sesama, setelah didiagnosa memiliki gangguan jantung sejak lahir.

Bayi Kristiana merupakan anak sulung dari Bernadinus Mosa Kio dan Maria Yasinta Ugha.

Mereka merupakan warga Desa Mulakoli Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo.

Bernadinus Mosa Kio, menceritakan keadaan putrinya. Bernadinus mengaku anak pertamanya tersebut lahir pada Desember tahun 2020 lalu.

Menurut Bernadinus, dokter memvonis anaknya tersebut mengalami gangguan jantung bawaan sejak dilahirkan. Selama ini dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

"Anak saya, sejak lahir pada tanggal 15 Desember 2020 yang lalu,
didiagnosa memiliki gangguan jantung yaitu tidak memiliki sekat jantung. Sejak hari kelahirannya, anak saya dirawat di RSD Aeramo selama satu setengah bulan," ungkap Bernadinus saat dihubungi POS-KUPANG.COM Senin (22/2/2021) malam.

Setelah dirawat di RSD Aeramo, bayi itu lalu dibawa pulang ke rumahnya di Mulakoli. Namun harus dipasang oksigen dan ia hanya mampu membeli dua tabung saja oksigen saat itu.

"Dari RSD Aeramo, putri saya akhirnya diperbolehkan pulang, namun harus dipasangi oksigen. Karenanya, saya membeli dua tabung kecil oksigen untuk membantu pernapasannya," ujarnya.

Ia menyebutkan setelah satu minggu berada di rumah, saturasi oksigen putrinya hanya berkisar pada angka 40 % saja. Sehingga ia berinisiatif membawa sang buah hatinya ke Puskesmas Boawae.

Puskesmas Boawae lalu merujuk kembali sang bayi tersebut ke RSD Aeramo. Sampai di RSD Aeramo, pihak rumah sakit meminta agar bisa dirujuk ke RS Siloam Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat.

"Karena cemas, saya bawa anak saya ke Puskesmas Boawae lalu kemudian dirujuk ke RSD Aeramo. Dari RSD Aeramo, kami diharuskan membawa anak kami ke RS Siloam Labuan Bajo, lalu kemudian akan direkomendasikan tempat operasi," jelasnya.

Meskipun dokter telah menyarankan bayinya dibawa ke RS Siloam Labuan Bajo untuk pemeriksaan lanjutan, ia mengaku kesulitan biaya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved