Breaking News:

Sempat Dikritik Masyarakat, Ada Kesalahan Pengetikan Surat Pembukaan Aktivitas Pasar di Lembata

Sempat dikritik masyarakat, ada kesalahan pengetikan surat pembukaan aktivitas pasar di Lembata

POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Kantor Bupati Lembata 

Sempat dikritik masyarakat, ada kesalahan pengetikan surat pembukaan aktivitas pasar di Lembata

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Keputusan Pemkab Lembata menutup aktivitas pasar di Kabupaten Lembata sejak 8 Februari 2021 kemarin dalam rangka pencegahan Covid-19 sempat menuai protes masyarakat.

Namun, pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran yang menyatakan pembukaan kembali aktivitas pasar di Lembata.

Sayangnya, ada kesalahan pengetikan tanggal dalam surat berformat PDF yang sudah telanjur beredar di masyarakat.

Bupati Ende Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan dan Sukseskan Program TOSS

Dalam surat yang diterima Pos Kupang, Sabtu (20/2/2021), tertulis kalau pembukaan aktivitas pasar itu terhitung berlaku sejak Minggu, 21 Januari 2021.

Sedangkan, surat tersebut tertanggal 19 Februari 2021. Otoritas Pemkab Lembata memastikan adanya kesalahan pengetikan dalam surat tersebut dan seharusnya tertulis Minggu, 21 Februari 2021 dan bukan Minggu 21 Januari 2021.

BRI Salur 1.600 Rumah Subsidi REI NTT Genjot Kuota KPR

Jadi, Pemerintah kabupaten Lembata kembali mengeluarkan surat No. TUK.130/302/PEM/ II/2021 Perihal pembukaan kembali aktivitas pasar baik pasar daerah maupun pasar desa yang ada di kabupaten Lembata yang sebelumnya ditutup akibat meningkatnya penyebaran Covid-19.

Surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah/Ketua pelaksana Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali, A.P.,M.T ini meminta para Camat se-Kabupaten Lembata agar berkoordinasi dengan para kepala Desa dan Dinas terkait untuk membuka kembali aktivitas pasar baik pasar daerah maupun pasar desa terhitung mulai Minggu 21 Februari 2021 dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Wajib menerapkan protokol kesehatan 4 M yakni mencuci tangan pada air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

2. Melakukan pemantauan secara ketat penerapan protokol kesehatan 4 M, bersama satgas pengendalian Covid-19 tingkat kecamatan dan satgas pengendalian Covid-19 tingkat desa, serta melibatkan aparat keamanan (Danramil dan Kapolsek/Kapolsubsektor/Kapospol).

3. Pembukaan dan penutupan aktivitas pasar disesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten Lembata.

4. Jika ditemukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan, maka aktivitas pasar kembali ditutup sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Untuk diketahui, Sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata dalam surat No.TUK .130/239/PUM/II/2021 tanggal 08 Pebruari 2021 perihal penutupan aktivitas pasar, yang memerintahkan penutupan semua aktivitas pasar daerah maupun pasar desa sambil menunggu perkembangan lebih lanjut penanganan Covid-19 di kabupaten Lembata.

Surat pemberitahuan penutupan aktivitas pasar memberikan pengecualian terhadap penjual ikan dan sayur untuk tetap beraktivitas di pasar, dengan protokol kesehatan yang ketat, di bawah pengawasan Satgas kecamatan dan desa, berkordinasi dengan Kapolsek, Kapolsubsektor atau Kapospol.

Selain itu, pengecualian penutupan aktivitas pasar juga berlaku untuk pasar senja TPI Lewoleba, di wilayah kecamatan Nubatukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved