Jumat, 5 Juni 2026

BRI Salur 1.600 Rumah Subsidi REI NTT Genjot Kuota KPR

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia ( BRI Persero) Tbk berpartisipasi menyukseskan program Kredit Pemilikan Rumah ( KPR)

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
PIMPINAN---Pimpinan BRI Cabang Atambua, Stefanus Juarto 

"Kuota FLPP untuk tahun 2021 sebanyak 450 unit rumah di semester pertama. Harganya tetap Rp 168 juta," kata Direktur Utama Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho melalui pesan sinkgat, Jumat (19/2).

Komitmen Bank NTT untuk menyukseskan program KPR tertuang dalam penandatangan perjanjian kerja sama FLPP tahun 2021 yang dilakukan secara virtual pada Jumat (18/12) lalu.

Pemerintah menggelontorkan dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP tahun anggaran 2021 dengan alokasi anggaran Rp 9,1 triliun untuk 157.500 unit rumah melalui 30 bank pelaksana.

Anggaran terdiri dari DIPA sebesar Rp 16,62 triliun dan proyeksi pengembalian pokok sebesar Rp 2,5 triliun. Dari angka tersebut, Alex berharap masyarakat bisa menyerap subsidi FLPP.

"Permohonan akan disesuaikan dengan juknisnya, kalau kuotanya sudah. Jadi, antara developer, bank, dan masyarakat tidak salah persepsi dengan kebijakan yang dikeluarkan. Harganya tetap Rp168 juta per unit, belum ada kenaikan. Tapi, kendali mutu diambilalih langsung oleh kementerian," katanya.

Terpisah, Ketua DPD REI Provinsi NTT, Bobby Pitoby mengatakan, REI yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam penyaluran rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus berkomitmen untuk menyukseskan program sejuta rumah.

"REI tetap berkomitmen sebagai garda terdepan dalam pembangunan perumahan. Tapi REI tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu dukungan perbankan sangat diharapkan juga untuk menyukseskan program sejuta rumah ini," ujar Bobby melalui pesan singkat, Jumat (19/2).

Bobby Pitoby menyebut, target pembangunan rumah sebanyak 3.000 unit untuk tahun 2021. Terbagi untuk rumah komersil dan rumah subsidi. Namun, 90 persen dari kuota itu diberikan untuk rumah subsidi.

Untuk rumah subsidi sendiri terdapat tiga program/skema, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan kuota 75 persen, Subsidi Selisih Bunga (SSB) dengan kuota 24 persen, dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dengan kuota 1 persen.

"Saat ini bank yang berpatisipasi untuk penyaluran FLPP adalah Bank NTT, BRI, BTN, Mandiri dan BNI. Tapi, Bank Mandiri dan BNI tidak aktif di NTT," ujar Bobby Pitoby.

REI NTT memiliki sejumlah strategi agar bisa menggenjot penyaluran kuota rumah bersubsidi di NTT. Salah satu yang dilakukan REI NTT adalah membuat MoU dengan Polda NTT untuk pemenuhan akan perum bagi anggota.

REI NTT juga bekerja sama dengan pemerintahan agar pajak daerah bisa diminimalisasi bahkan dihapus.

"Respon mereka (pemda) semua baik dan akan membuat perda di daerah masing-masing. Tapi memang sangat lambat karena hingga kini baru satu (daerah) yang sudah ada perdanya, yakni Pemda Belu yang sudah membuat perda akan BPHTB. Yang lain belum," katanya.

Bobby Pitoby menambahkan, harga rumah subsidi yang tidak berubah dari tahun sebelumnya menjadi daya tarik juga bagi masyarakat. Harga rumah subsidi tahun 2021 sebesar Rp168 juta.

"Minat masyarakat tidak pernah pudar walaupun ada sedikit penurunan di tahun lalu. Khusus tahun ini harga rumah msh sama dengan tahun lalu. Ini menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat," tandasnya. (cr1/kompas.com)

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved