Breaking News:

BBKSDA NTT Sosialisasi Kemitraan Konservasi Untuk Suaka Margasatwa Kateri

Lembaga BBKSDA NTT Sosialisasi Kemitraan Konservasi Untuk Suaka Margasatwa Kateri

POS-KUPANG.COM/BBKSDA NTT
BBKSDA NTT Sosialisasi Kemitraan Konservasi Untuk Suaka Margasatwa Kateri di Malaka Tengah, Jumat (19/2/2021). Sosialisasi dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Lembaga BBKSDA NTT Sosialisasi Kemitraan Konservasi Untuk Suaka Margasatwa Kateri

POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG - Sebagai upaya penyelesaian permasalahan tenurial Suaka Margasatwa Kateri serta salah satu rangkaian kegiatan Road To HKAN ( Hari Konservasi Alam Nasional) Tahun 2021, Balai Besar KSDA NTT mengagendakan kegiatan Sosialisasi Kemitraan Konservasi.

Kegiatan ini diawali dengan rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin Direktur Jenderal KSDAE pada Senin (15/2/2021) dan dilanjutkan kunjungan lapangan ke Malaka tanggal 18-19 Februari 2021.

Reses Tahap I DPRD Kota Kupang Tetap Disiplin Prokes

“SM Kateri sebagai ‘Saudara Tua’ keberadaannya vital bagi kehidupan manusia. Kawasan seluas 4.699,32 hektar ini mempunyai peranan dalam mengatur daur hidrologis yang menjamin ketersediaan air di wilayah Kabupaten Malaka. Debit air yang menyusut menjadi indikator adanya permasalahan hutan konservasi tersebut,” ungkap Kepala Balai Besar KSDA NTT  Timbul Batubara saat menyampaikan materi dalam “Sosialisasi dan Diskusi Kemitraan Konservasi SM Kateri” di Aula Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (19/2/2021).

Dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu (21/2/2021), Timbul menegaskan bahwa Balai Besar KSDA NTT selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/ Direktorat Jenderal KSDAE akan terus mengembangkan skema kolaborasi dan kemitraan konservasi dalam pengelolaan hutan konservasi di Nusa Tenggara Timur dengan keterlibatan masyarakat sebagai subyek.

Bupati Paulus:   Warga Siap Sambut Kedatangan Presiden Ke Sumba Tengah

Pada tahun 2021 ini, Balai Besar KSDA NTT telah mengalokasikan kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya penyelesaian masalah tenurial SM Kateri diantaranya melalui kemitraan konservasi, pelatihan usaha produktif, bantuan ekonomi produktif, dan pengembangan wisata alam serta upaya memulihkan debit air SM Kateri melalui kegiatan pemulihan ekosistem bersama masyarakat.

Dialog bersama dituangkan dalam kesepakatan bersama para pihak (Balai Besar KSDA NTT, Pemerintah Kabupaten Malaka, masyarakat, dan pendamping) sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di SM Kateri dan sekitarnya.

Beberapa catatan antara lain pertama, kegiatan pemulihan ekosistem dengan penanaman tanaman keras pada sumber mata air dan kawasan hutan terbuka; kedua, pengembangan wisata alam dan budaya; ketiga, pengkayaan jenis tanaman keras serbaguna di area pemukiman dan sekitarnya; keempat, pelatihan usaha produktif; kelima, pelatihan pengelolaan sampah, dan; keenam, pengamanan kawasan bersama masyarakat.

Acara sosialisasi didukung oleh Muspika Malaka Tengah dan LSM LATIN. Acara ini dihadiri oleh Muspida Kabupaten Malaka, Muspika Malaka Tengah, DPRD Malaka, dan perwakilan kelompok masyarakat desa Kamanasa serta Wehali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka mengapresiasi langkah Balai Besar KSDA NTT yang secara serius memberikan perhatian kepada masyarakat Pro Integrasi yang berada di dalam kawasan SM Kateri sebagai dampak dari  referendum Timor Timur.

Pada kesempatan itu juga, Timbul menyampaikan bahwa acara puncak Hari Konservasi Alam Nasional 2021 di Nusa Tenggara Timur akan dilaksanakan di TWAL Teluk Kupang dan Pantai Lasiana, Kota Kupang pada bulan Agustus 2021 nanti.

Dia berharap momen itu dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya masyarakat Malaka yang dikenal unik dan menarik sehingga dapat menjadi bagian daya tarik wisata alam dan jasa lingkungan yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai pelaku wisata budaya, dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malaka khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya.    

“Menutup pertemuan ini saya mengutip pesan dari Direktur Jenderal KSDAE  Wiratno  bahwa masyarakat merupakan bagian keluarga besar konservasi (extended family) yang harus menjadi unsur terdepan peranannya sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan konservasi. Demikian pula harus disudahi dikotomi warga baru dan lama untuk masyarakat yang berada di sekitar SM Kateri karena kita semua adalah Warga Negara Indonesia,” tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved