1,5 Tahun Kursi Wabup Ende Kosong, Golkar Ajak Partai Koalisi Lihat Kebutuhan Objektif Masyarakat
pasangan itu diusung tujuh partai politik (Parpol) yakni PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PKS, NasDem, dan PKPI.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
1,5 Tahun Kursi Wakil Bupati Ende Kosong, Golkar Ajak Partai Koalisi Lihat Kebutuhan Objektif Masyarakat
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kursi Wakil Bupati Ende kosong sejak H. Djafar Achmad dilantik menjadi Bupati Ende oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Minggu, 8 September 2019.
H. Djafar Achmad yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati Ende itu diangkat setelah Bupati Ende Marsel YW. Petu meninggal dunia di Kupang pada Minggu, 26 Mei 2019, hanya berselang 49 hari sejak mereka dilantik sebagai pasangan bupati - wakil bupati.
Namun, hingga Februari 2021 atau lebih dari satu setengah tahun sejak itu, belum ada kepastian siapa sosok wakil bupati yang akan mendampingi Bupati Djafar hingga 2024 nanti. Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM menyebut belum rampung pembicaraan di tingkat partai koalisi yang mengusung duet Marsel - Djafar. Pada Pilkada Ende 2018 itu, pasangan itu diusung tujuh partai politik (Parpol) yakni PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PKS, NasDem, dan PKPI.
Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, sejak awal, partai Golkar mengajak seluruh partai koalisi melihat kebutuhan masyarakat kabupaten Ende secara objektif. Ia menegaskan, posisi wakil bupati Ende bukan hanya semata mata berdasarkan keinginan dan kepentingan partai saja melainkan kebutuhan objektif masyarakat Ende.
"Sejak awal kami sebenarnya ingin mengajak agar partai yang ada di Ende, kita melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat secara objektif sesuai komposisi wakil bupati yang kita inginkan. Karena kita memiliki wakil bupati bukan atas dasar maunya partai saja tetapi harus berdasar kebutuhan objektif kondisi Ende saat ini," ujar Melki Laka Lena saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (19/2) malam.
Kebutuhan objektif masyarakat Ende itu, kata Melki Laka Lena, yang harus direspon oleh partai baik Partai Golkar maupun partai koalisi lain serta Bupati Djafar Achmad.
Melki Laka Lena mengatakan, ada tiga kondisi objektif Ende yang harus diperhatikan saat ini yakni, pertama, persoalan pandemi Covid-19 yang betul-betul harus dihadapi dengan kepemimpinan politik yang kuat. Karena itu perlu penanganan Covid-19 yang baik sehingga masyarakat Ende dapat merespon penanganan Covid-19 dan meningkatkan kualitas kesehatan
"Ada kebutuhan objektif jika menempatkan wakil bupati yang bisa menangani Covid untuk membantu bupati dan semua elemen masyarakat," ujar Melky Laka Lena.
Kedua, lanjut Melky, wakil bupati harus mampu untuk mengisi dan melengkapi Bupati Djafar Achmad. Bupati Djafar, jelas Melky Laka Lena, adalah seorang pengusaha yang butuh seseorang yang bisa membantu mengatur pemerintahan baik itu dari aspek birokrasi maupun komunikasi politik di DPRD dan masyarakat.
"Sejak era pak Marsel saya lihat pak Djafar kuat di aspek pembangunan ekonomi, itu pak Djafar bagus sekali tetapi memang pak Marsel yang bergerak di bidang politik. Ini yang perlu diisi wakil bupati yang punya kemampuan manajemen pemerintahan, hubungan baik dengan DPRD dan komunikasi masyarakat dengan baik," ujar dia.
Ketiga, lanjut Melky Laka Lena, memahami keinginan dari kelompok atau tokoh utama yang ada di Kabupaten Ende. Partai Golkar telah mengajukan dua nama berdasarkan masukan yang berkembang di Kabupaten Ende, baik yang berkembang di internal partai Golkar maupun yang berkembang dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan dan tokoh adat budaya.
Karena itu, Partai Golkar benar benar mempertimbangkan kondisi objektif dan kebutuhan di Kabupaten Ende.
"Sekali lagi partai Golkar tidak sekedar karena egonya atau semaunya sendiri tetapi kami mendengar dari berbagai pihak , dan itu bukan kepentingan Golkar semata tapi kepentingan masyarakat kabupaten Ende seluruhnya," ujar dia.
Ia menjelaskan, sejak awal partai Golkar sudah mengusulkan dua nama kepada partai koalisi namun tidak ada pembahasan apapun hingga tiba tiba muncul calon lain yang dimunculkan dari partai lain.
• Wajib Tahu Moms, Bahaya Hamil di Bawah Umur dari Sisi Kesehatan
• Abiyah Berseri-seri Jagung Rebusnya Dibeli Bupati Djafar Achmad, Ketemu di Jalan Bapa Berhenti
"Apabila semua proses sudah di tingkat koalisi, semua akan dibicarakan bersama pak Ja'far dan mitra koalisi. Baru kita akan merilis nama yang akan kita dorong bisa berproses DPRD," ujar Melki Laka Lena. (Laporan rReporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)