Breaking News:

Pedagang Pasar Oebobo Rencana Keluhkan Kenaikan Sewa Lapak

Pedagang Pasar Oebobo, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang mengeluhkan rencana kenaikan harga sewa lapak

POS-KUPANG.COM/Irfan Hoi
Tampak depan pasar Oebobo dan salah satu tempat lapak milik seorang pengusaha. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pedagang Pasar Oebobo, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang mengeluhkan rencana kenaikan harga sewa lapak yang berikan oleh pihak PD Pasar, Kota Kupang.

Menurut seorang pedagang, yang meminta namanya tidak disebutkan, sebelum tahun 2021 harga sewa lapak berkisar di harga 900 ribu per tahun, namun kali ini naik hingga 4 juta rupiah per tahun.

Ia menuturkan, rencana yang dianggap akan mencekik pedagang kecil ditenggah Pandemi yang kondisi penghasilan menurun drastis.

Sofia Tewas Setelah Bertengkar

"Kemarin kami sempat ketemu direksi untuk membahas, tapi belum ada kesepakatan. Rencananya juga kami akan adukan ini ke DPRD kota Kupang" kata pedagang itu.

Hal senada di ungkapkan, seorang pedang lainnya, yang turut meminta hal yang sama agar namanya tidak disebutkan, menjelaskan, kenaikan harga sewa lapak ini bervariasi antara lapak pada bagian depan yang menghadap ke jalan raya dan lapak bagian belakang.

Antonius Ali Tersangka, Mantan Bupati Mabar Kalah Praperadilan

"Lapak belakang ini naiknya sekitar 1.750.000 sedangkan didepan itu sekitar 5 juta. Kalau naik begini, jelas kami tidak bisa bayar. Tapi ini baru diberitahukan, belum ada kepastian" katanya kepada POS-KUPANG.COM, (19/2).

Ia mengakui hal yang sama, dirinya tidak mampu untuk membayar rencana kenaikan tersebut apabila sah untuk diberlakukan. Dirinya beralasan, kondisi Pandemi membuat omset penghasilan sebelum Pandemi bisa mencapai 1 juta rupiah, kini turun hingga 50. 000, bahkan tidak ada sama sekali penghasilan per hari.

Kondisi yang sama juga dialami salah seorang pengusaha, yang harus merumahkan karyawannya akibat adanya pandemi yang menyebabkan menurunnya penghasilan.

"Karyawan juga sejak awal tahun saya rumahkan. Saya tidak sanggup lagi bayar mereka. Sekarang pelanggan sepih, otomatis tidak ada pengahasilan" katanya.

Ia juga membenarkan, adanya rencana kenaikan yang dinilainya akan mempersulit keadaan para pedagang terutama pada saat seperti ini.

Dirinya juga mengungkapkan, apa bila rencana kenaikan harga sewa lapak ini betul dijalankan, agar dapat disesuaikan dengan kondisi pedagang setempat dan juga harga yang ditawarkan agar tidak seperti yang ditawarkan sekarang.

Ia berharap, pihak direksi agar kembali memikirkan rencana kenaikan ini agar adanya kepuasan dari pedagang selaku penyewa lapak di pasar Oebobo.

Diketahui, rata-rata pedagang yang menempati lapak di pasar Oebobo telah menempati lapak ini sejak 3 tahun lalu dan mengeluhkan hal yang sama yaitu kondisi omset yang menurun dan juga mengharapkan agar tidak ada kenaikan harga sewa lapak.

"Sebelumnya tidak ada sosialisasi, tiba-tiba saja datang antar surat pemberitahuan dan dalam surat itu juga tidak dicantumkan nominal harga sewa, hanya tulisan tangan saja mengenai harga sewa di atas kop surat. Kalau mau ada kenaikan, kita sama-sama bicarakan atau sosialisasi dulu" sebut para pedagang itu.

Pantauan POS-KUPANG.COM, kondisi pasar Oebobo sekira pukul 10.45 WITA hingga pukul 12.00 WITA, tampak sepih pembeli. Selain akibat pandemi, kondisi musim hujan juga menyebabkan jarangnya pembeli yang mendatangi pasar ini. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved