Menakjubkan, Pesona Alam Fulan Fehan Desa Dirun Lamaknen Kabupaten Belu
Fulan Fehan memang indah dan menarik. Pantas terpilih sebagai kategori dataran tinggi terpopuler dalam ajang Anugerah Pesonal Indonesia (API).
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Menakjubkan, Pesona Alam Fulan Fehan Desa Dirun Lamaknen Kabupaten Belu
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pancaran pesona alam padang Fulan Fehan yang berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi NTT sungguh menakjubkan.
Padang luas sejauh mata memandang terlihat hijau saat ini.
Diselingi pohon-pohon hijau dan rimbun sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah lagi panorama sekeliling bisa memanjakan mata. Udaranya sejuk. Di bagian lebih tinggi dari padang ini kadang diselimuti kabut, maklum musim hujan, tapi momen itu bagus juga untuk diabadikan.
Fulan Fehan memang indah dan menarik. Pantas terpilih sebagai kategori dataran tinggi terpopuler dalam ajang Anugerah Pesonal Indonesia (API).
Bagi anda yang hendak berkunjung ke Fulan Fehan tak perlu khawatir karena jalan menuju padang terindah ini sudah aspal sampai lokasi. Jarak dari Atambua ke Fulan Fehan 28 kilometer dengan waktu tempuh 35-40 menit menggunakan kendaraan roda empat.
Hal ini dibenarkan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent Laka.
Beberapa warga Atambua yang baru-baru ini berkunjung ke Fulan Fehan mengungkapkan, padang Fulan Fehan benar-benar indah. Di musim hujan, rumput bertumbuh subur dan hijau serta merata seluruh padang. Dari puncak Fulan Fehan Anda bisa melihat Gunung Lakaan dan sejumlah panorama yang tak akan membuat Anda puas.
Selain mengunjung Sabana Indah Fulan Fehan, Anda juga bisa melihat situs budaya Benteng 7 Lapis Makes,
salah satu warisan budaya leluhur orang Belu yang terletak dibawah kaki gunung Lakaan.
Fulan Fehan sering dimanfaatkan oleh komunitas-komunitas pecinta alam yang ingin menapaki alam Lakaan yang masih alami. Apalagi orang yang suka mendaki gunung paling cocok datang ke daerah ini. Pasti menyenangkan.
Melewati jalan yang mendaki, menurun dan berkelok-kelok bisa saja menjadi hal yang melelahkan namun kelelahan itu terbayar lunas setelah tiba di puncak Fulan Fehan. Kebahagian semakin sempurna setelah sampai ke puncak dan dihadapkan pada pemandangan indah di depan mata.
Dalam rangka promosi, Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati J.T Ose Luan menyelenggarakan event tahun di lokasi ini yang dinamakan Festival Fulan Fehan (FFF). Festival ini sudah diselenggarakan tiga kali sejak tahun 2017.
Festival Fulan Fehan pertama kali diselenggarakan 28 Oktober 2017, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang berpusat di lembah kaki Gunung Lakaan itu langsung mendunia. Festival Fulan Fehan memecahkan rekor MURI dengan penampilan penari Likurai terbanyak yakni 6.000 orang. Sejak tahun itu, Festival Fulan Fehan ditetapkan Kementerian Pariwisata RI sebagai salah satu top even di NTT.
Sebagai top even yang sudah diakui secara nasional, Pemerintah Kabupaten Belu tidak tinggal diam dalam mempertahankan even ini agar dilakukan setiap tahunnya. Tahun 2018 ini, Festival Fulan Fehan kembali digelar dengan nuansa yang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun 2017 lalu, tema besar yang diangkat adalah Persaudaraan dan tahun 2018 ini adalah Budaya.
Kemudian tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Belu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Festival Fulan Fehan 3, Senin (28/10/2019) pukul 15.00 Wita.
Hadir saat itu para pejabat kementerian, pemprov NTT dan pejabat dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk dari Negara Timor Leste. Hadir juga Kaka Slank.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keindahan-padang-fulan-fehan-di-desa-dirun.jpg)