HPN 2021 di Belu
Secuil Cerita Wartawan di Belu Tanam Pohon Cegah Longsor
Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RDTL memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dengan menanam anakan pohon di lokasi rawa
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
TANAM POHON---Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RDTL memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dengan menanam anakan pohon di lokasi rawan longsor, tepatnya di Sabanase sekitaran Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (9/2/2021).
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RDTL memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dengan menanam anakan pohon di lokasi rawan longsor.
Lokasi reboisasi dilakukan di Sabanase sekitaran Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, sekitar delapan kilometer arah utara Kota Atambua. Kegiatan reboisasi ini bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari.
Pena Batas menggandeng
Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) wilayah kerja Kabupaten Belu, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB dan pemuda gojek.
Mengingat dalam situasi Covid-19, peserta kegiatan dibatasi yakni 30 orang. Peserta kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.
Pena Batas bukan kali ini saja melakukan kegiatan tetapi setiap tahun, momen HPN selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan bahkan hari besar lainnya diisi dengan kegiatan sosial kemanusian. Tahun lalu (2020), Pena Batas memperingati HPN dengan menggelar pelatihan jurnalistik di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Kegiatan ini dilakukan selain bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar jurnalistik bagi pelajar juga sebagai upaya memerangi hoax. Kalangan pelajar dibekali dengan informasi-infomasi yang benar dan sumber yang jelas. Namanya berita.
Masih di tahun yang sama, Pena Batas membagikan sembako dan ribuan masker bagi masyarakat di Kecamatan Lamaknen, bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, 1 Mei 2020. Bulan itu juga, kasus Covid-19 mulai merebak. Masyarakat dihimbau tetap di rumah (Stay at Home) dengan menerapkan protokol kesehatan, satu diantaranya menggunakan masker. Rame-rame kita menggunakan masker. Harga masker pun melangit. Masyarakat mengkeluhkan harga masker. Keluhan itu mengetuk pintu hati para wartawan sehingga dilakukan pembagian masker.
Lalu, 2021 Pena Batas melaksanakan kegiatan reboisasi. Memilih kegiatan ini bukan tanpa dasar. Banyak kalangan menyebut jurnalis memang merasa pintar menulis tetapi juga harus pintar merasa. Menulis bencana longsor di sejumlah titik jalan merupakan bagian dari tugas jurnalis untuk mewartakan kepada publik lewat ketrampilan meramu kata-kata. Di balik kondisi itu, jurnalis juga pintar merasa kondisi yang terjadi dan keluhan yang diungkapkan warga tentang kondisi lingkungan.
Kegiatan reboisasi yang dilakukan hari ini sebagai aksi nyata para wartawan setelah meliput bencana longsor di beberapa ruas jalan menuju Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan pekan lalu.
Beberapa wartawan yang meliput ke sana menyaksikan kondisi jalan nyaris putus akibat longsor, bahkan rumah warga juga rusak, satu unit bangunan posyandu di Desa Duarato terancam rubuh karena fondasinya tergerus air hujan.
Titik-titik longsor juga ditemukan di ruas jalan Weluli-Fulur. Masih ada titik-titik longsor yang belum terpantau wartawan. Namun tiga fakta di atas menandakan bahwa longsor sudah terjadi di Kabupaten Belu. Meski belum memakan korban namun kerusakan fasilitas publik seperti jalan dan posyandu sudah terlihat.
Fakta-fakta tersebut menjadi bahan diskusi ringan para wartawan sekembali liputan longsor sambil menikmati kopi di kos Gerbades.
Diskusi kecil yang dilakukan sehari sebelum kegiatan mendapat respon positif dari rekan-rekan Pena Batas dan tanpa mengulur waktu, Ketua Pena Batas, Steven Dile Payong menyimpulkan hasil diskusi dan menyatakan, Pena Batas tanam pohon di momen HPN 2021.
Meski di masa pandemi Covid-19, jurnalis harus bangkit dan jangan pernah berhenti memberi arti di tepi negeri. Ide ini memang sejalan dengan Tema HPN 2021 yaitu " Bangkit dari Pandemi, Pemulihan Ekonomi dan Pers sebagai Akselator Perubahan. Pena Batas bertekad sebagai akselator perubahan di Kabupaten Belu.