Kodim 1601 Sumba Timur Bangun GKSI di Kecamatan Haharu
dukungan untuk membangun rumah ibadah tersebut karena dirinya merasa sangat prihatin dengan kondisi GKSI Haharu.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Kodim 1601 Sumba Timur Bangun GKSI di Haharu
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Kodim 1601 Sumba Timur membangun gedung Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur. Pembangunan gedung
gereja itu sebagai bentuk kepedulian Kodim 1601 Sumba Timur terhadap kondisi gereja tersebut.
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E, M.I.Pol menyampaikan hal ini, Jumat (5/2/2021).
Menurut Dwi, dukungan untuk membangun rumah ibadah tersebut karena dirinya merasa sangat prihatin dengan kondisi GKSI Haharu.
"Karena itu, pada akhir tahun 2020 lalu sekitar tanggal 27 Desember 2020, saya perintahkan Babinsa Haharu, Serma. Minggus dan juga Serda. Harry agar memantau wilayah binaan mereka. "Saat itu mereka mengecek kondisi gereja tersebut," kata Dwi.
Dijelaskan, setelah Babinsa yang diperintahkan mengecek kondisi wilayah, menemukan gedung GKSI yang sangat memprihatikan.
Gedung gereja yang dibangun itu berjarak sekitar 90 km dsri Kota Waingapu, tepatnya berada di Kampung Anaway -Makalamak, RT 12/RW 6 , Dusun Hambuang, Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Sumba Timur.
"Gedung GKSI Anaway ini didirikan secara swadaya oleh jemaat pada bulan Desember tahun 2018 lalu dengan kontruksi bangunan, ukuran 4 x 8 (panjang 8 m x lebar 4 m) beratap seng, dinding gedek, lantai tanah. Kondisi inilah yang membuat kami berupaya mendukung agar masyarakat di wilayah ini bisa beribadah di gedung yang layak," katanya.
Dikatakan, GKSI Anaway ini memiliki jemaat sebanyak 15 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 50 jemaat. Jemaat ini dilayani oleh Pdt. Stepanus Malo Dappa,S.Th.
Dwi mengatakan, pembangunan gereja tersebut dimulai dari tanggal 7 Januari 2021 lalu, keadaan medan yang cukup sulit mengakibatkan pendropingan material dan bahan bangunan harus dilalui dengan berjalan kaki.
"Semen,air pasir ,batu harus diangkut oleh anggota Kodim dan masyarakat sekitar yang secara bahu membahu bekerjasama. Hal ini lah yang haru bagi diri Dandim 1601 Sumba Timur, ternyata ada saudara kita yang berada di daerah terisolir ,belum dijangkau oleh listrik dan sarana lainnya," jelas Dwi.
Dwi mengakui, keberadaan gereja tersebut berada di wilayah yang memang belum tersentuh oleh pembangunan, sehingga diharapkan dengan berdirinya gereja ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar untuk beribadah.
Terkait dengan anggaran, Dwi mengatakan, anggaran yang digunakan itu berasal dari bantuan Pangdam IX/Udayana,Danrem 161 Wira Sakti dan dari bantuan beberapa Donatur di Sumba Timur. "Pekerjaan ini memakan waktu hampir 1 bulan dalam pengerjaannya ,hal ini dikarenakan faktor cuaca dan posisi gereja berada diketinggian.
• Korban Kebakaran Rumah di Kobalima Kabupaten Malaka Disambangi BNPBD dan DPRD
• Perwira Polisi yang Dicopot Gara-gara Viral Dugem di Diskotek,Begini Profil Sosok AKP David Sinaga
• Jadi Buronan Internasional & Tahanan PBB, Prabowo Malah Beri Penghargaan Untuk Tokoh Timor Leste Ini
Pembangunan gereja tersebut menghabiskan anggaran sekitar 50 juta rupiah," katanya.
Pada kesempatan itu, Dandim 1601 Sumba Timur juga memohon maaf apabila gereja yang dibangun belum memadai dan memenuhi keinginan para jemaat di lokasi tersebut.(Laporan Reporter POS - KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)